Dark/Light Mode

Ubah Limbah Jadi Berkah, Pemenang Hibah DBS Foundation: Inovasi Pengelolaan Sampah Go Global

Jumat, 21 Maret 2025 12:54 WIB
Bank DBS Indonesia mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan, bertepatan dengan momentum Earth Hour (22 Maret) dan Zero Waste Day. (Foto: Dok. DBS)
Bank DBS Indonesia mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan, bertepatan dengan momentum Earth Hour (22 Maret) dan Zero Waste Day. (Foto: Dok. DBS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup mencatat timbulan sampah nasional pada 2024 mencapai 32 juta ton, dengan 40,33 persen atau sekitar 12,9 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik.

Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan sampah makanan terbanyak di Asia Tenggara, yakni 14,73 juta ton per tahun menurut laporan UNEP Food Waste Index 2024. 

Menyadari hal tersebut, Bank DBS Indonesia mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan, bertepatan dengan momentum Earth Hour (22 Maret) dan Zero Waste Day (30 Maret). 

Salah satu perwujudan komitmen ini dilakukan dengan memberikan hibah kepada perusahaan berdampak sosial (social enterprises) yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, seperti Magalarva. 

Magalarva, perusahaan berdampak sosial yang mendapat hibah dari DBS Foundation Grant Program 2023, berkomitmen mengeliminasi sampah makanan dan membangun ekosistem berkelanjutan bagi petani melalui pakan hewan berbasis serangga. 

Didirikan pada 2017 oleh Rendria Labde dan Arunee Sarasetsiri, Magalarva menangani masalah sampah makanan—yang menyumbang lebih dari 50 persen total sampah di Indonesia—dengan mengolah limbah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi, di tengah dominasi solusi yang lebih banyak berfokus pada sampah non-organik. 

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menyampaikan apresiasinya terhadap Magalarva. 

“Kami percaya bahwa social enterprises seperti Magalarva memegang peran penting dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan," ujar Mona dalam keterangannya, Jumat (21/3/2025).

Magalarva sendiri adalah bukti bahwa inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan seiring, menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan komunitas. 

Baca juga : Program 1 RW 1 Bank Sampah, Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

"Di DBS Foundation, kami meyakini bahwa perubahan tidak hanya lahir dari inovasi, tetapi juga dari dukungan yang tepat untuk mempercepat dan memperluas dampaknya," ujar Mona.

"Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung para perusahaan berdampak sosial ini dalam berkembang, menghadirkan berbagai terobosan, dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ucap Mona.

Pada 2023, Magalarva mendapat hibah dari DBS Foundation untuk mengembangkan bisnis dan mengolah lebih banyak sampah organik. 

Salah satu fokusnya adalah meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah dengan menerapkan sistem pemilahan yang lebih rapi dan efektif, sehingga semakin banyak limbah yang bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. 

Founder & CEO Magalarva Rendria Labde mengatakan, saat pertama kali memulai, kami melihat betapa banyak limbah makanan yang terbuang begitu saja karena tidak terpilah dengan baik. 

"Dengan membangun sistem yang lebih efektif dan melibatkan lebih banyak mitra, kami mulai melihat perubahan. Sampah yang dulu dianggap tidak bernilai kini bisa menjadi solusi bagi lingkungan dan sumber daya bagi industri," ujar Rendria.

Menurutnya, langkah kecil seperti memilah sampah mungkin terasa sederhana, tapi jika dilakukan bersama, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

Magalarva memulai operasinya dengan kapasitas pengolahan hanya 60 kg sampah per hari, yang kemudian terus bertambah menjadi 6 ton per hari. 

Sejak menerima hibah dari DBS Foundation, kapasitas ini meningkat pesat sebesar 66 persen menjadi 10 ton per hari, dengan produksi larva mencapai 1-2 ton per hari. 

Baca juga : Eka Lestari Sinaga Dorong Inovasi Pengelolaan Limbah Industri Batu Bara

Pada tahun 2024, Magalarva berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor 14 ton produk pakan ke Amerika Serikat. 

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa solusi berbasis keberlanjutan tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. 

Memasuki tahun ketiga sejak menerima hibah dari DBS Foundation, Magalarva telah menjalin kemitraan dengan 20 organisasi dari berbagai sektor, melampaui target awal 12 mitra. 

Beberapa mitra di antaranya adalah Ceres, Sarirasa, Indolakto, Rekosistem, PT Arie Karya Utama (AKU), dan Jangjo hingga acara bergengsi seperti Food & Hospitality Indonesia dan Kumparan Green Initiative Conference. 

Kemitraan ini memungkinkan Magalarva untuk mengumpulkan lebih banyak limbah makanan dan mengolahnya menggunakan BSF menjadi pakan ternak berkualitas tinggi, sehingga menekan jumlah sampah organik yang berakhir di TPA. 

Untuk meningkatkan efisiensi operasional demi memperluas dampaknya, Magalarva telah membangun dua unit fasilitas pemilahan sampah di Bekasi dan Tangerang Selatan serta menambah jumlah mobil pengangkut. 

Efisiensi ini membuka peluang bagi Magalarva untuk menjangkau lebih banyak pasar dengan rentang harga yang lebih kompetitif. 

Dengan ini, seiring bertambahnya angka penjualan, semakin banyak pula sampah yang dapat diolah. Dampak Sosial yang Diciptakan Magalarva 

Di samping mengolah sampah, Magalarva juga memberdayakan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja dan melibatkan tenaga kerja lokal.

Baca juga : Joaquin Gomez Senang Bisa Cepat Adaptasi Bareng Skuad Borneo

Saat ini, Magalarva menyerap 23 perempuan (dengan empat di antaranya pada posisi manajerial), 43 operator pabrik, dan 130 pemulung dalam ekosistem pemilahan sampah. 

Magalarva juga menyediakan insentif bagi pemulung yang memilah dan menjual sampah organik, sehingga membantu mereka mendapatkan pendapatan tambahan sekitar 35 persen. 

Selain di tingkat komunitas, Magalarva juga mendorong perubahan positif di kalangan mitra industri menjadi lebih bijak dalam mengelola limbah makanan.

Salah satunya adalah The Westin Jakarta yang telah memperbarui Standard Operating Procedure (SOP) mereka dengan memilah sampah organik ke dalam drum yang ditukar secara berkala tanpa plastik sekali pakai.

Rendria mengatakan, inisiatif ini turut membantu mengurangi sampah yang tidak terkelola dan sejalan dengan program keberlanjutan dari pemerintah dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Ke depannya, Magalarva akan memperluas upayanya dalam mengolah lebih banyak sampah makanan, serta menjalin kemitraan dengan lebih banyak pelaku industri untuk mempopulerkan solusi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan mengurangi beban TPA," ujar Rendria.

Di saat yang sama, Magalarva juga akan terus memperkuat ekspansi internasional, setelah sukses menjajaki pasar Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.