Dark/Light Mode

Fore Coffee Sukses IPO, Oversubscription 200 Kali Dan Saham Langsung ARA

Senin, 14 April 2025 12:49 WIB
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (Fore Coffee), jaringan kedai kopi premium dengan harga terjangkau, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (14/4/2025). (Foto: Fore)
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (Fore Coffee), jaringan kedai kopi premium dengan harga terjangkau, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (14/4/2025). (Foto: Fore)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (Fore Coffee), jaringan kedai kopi premium dengan harga terjangkau, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (14/4/2025). Pencatatan saham perdana (IPO) ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Fore Coffee menuju perusahaan publik yang menjunjung tinggi transparansi dan tata kelola yang baik.

“Kami sangat antusias menyambut babak baru ini bersama para investor. Strategi kami berfokus pada investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan pasar, dan terus berinovasi menghadirkan kopi berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar CEO Fore Coffee, Vico Lomar.

Pada hari pertama perdagangan, saham FORE langsung melesat ke zona hijau dan menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham FORE tercatat naik 34,04 persen ke level Rp 252 per saham saat sesi perdagangan dibuka.

Lonjakan harga ini mencerminkan tingginya minat investor, yang tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 200,63 kali. Berdasarkan data sistem e-IPO, tercatat sebanyak 114.873 investor berpartisipasi dalam penjatahan terpusat pada 10 April 2025. Fore Coffee pun menjadi emiten ke-12 yang mencatatkan saham di BEI sepanjang tahun ini.

Komisaris Utama Fore Coffee yang juga Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, menyebut keputusan IPO di tengah ketidakpastian pasar global merupakan langkah strategis yang penuh keyakinan.

Baca juga : Jadwal Indonesia Vs Arab Saudi, Kesiapan Pemain Dan Siaran Langsung TV

“Keputusan ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, tapi diambil berdasarkan keyakinan yang teguh,” ujar Willson.

Willson menambahkan, IPO Fore Coffee menjadi bukti, Indonesia memiliki startup yang dikelola dengan baik, telah mencetak keuntungan, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar valuasi atau rencana exit investor.

“Misi ke depan Fore Coffee adalah membuat Indonesia bangga. Melantai di bursa adalah langkah awal. Kita akan menjadi pemenang dan tuan rumah di negeri sendiri, lalu melangkah lebih jauh, from Indonesia to the world,” tegas Willson.

Keunggulan Fore Coffee turut diperkuat oleh dukungan penuh dari East Ventures, salah satu firma venture capital terkemuka di Asia Tenggara. Kolaborasi ini memberikan akses terhadap modal, sumber daya bersama, serta keahlian dalam ekosistem East Ventures, yang membuka ruang sinergi dan pertumbuhan berkelanjutan bagi Fore Coffee.

Lewat IPO ini, Fore Coffee berhasil menghimpun dana sebesar Rp 353,44 miliar, dengan harga penawaran Rp188 per saham. Perusahaan melepas sebanyak 1,88 miliar saham baru, setara 21,08 persen dari total modal disetor dan ditempatkan penuh.

Baca juga : Global Bond BNI Oversubscribe 6,4 Kali, Bukti Kepercayaan Investor Tinggi

Mandiri Sekuritas dan Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai joint lead underwriter yang menjembatani antara investor dan pasar modal.

Kinerja keuangan Fore Coffee menunjukkan pertumbuhan yang solid dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hingga September 2024, perusahaan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 727 miliar, tumbuh 135 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan CAGR sebesar 112 persen dalam periode 2021–2023.

Laba kotor tercatat sebesar Rp 447 miliar, naik 128 persen YoY, dengan CAGR 122 persen. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp 135 miliar, melonjak 187 persen YoY.

Capaian ini menunjukkan efektivitas strategi ekspansi Fore Coffee sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri kopi nasional.

Berdasarkan laporan Redseer Analysis per Desember 2024, pasar kopi Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sebesar 11 persen hingga 2030, dengan potensi nilai pasar mencapai 12,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 214 triliun. Perubahan preferensi konsumen dan tren gaya hidup menjadikan industri ini semakin menjanjikan, khususnya bagi pemain dengan fondasi kuat dan proposisi nilai yang relevan seperti Fore Coffee.

Baca juga : Beroperasi Tak Sesuai Wilayah, KKP Tertibkan 3 Kapal Ikan Di Laut Aru

Sejalan dengan peluang tersebut, dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi nasional. Fore Coffee menargetkan pembukaan 140 gerai baru dalam dua tahun ke depan, pengembangan lini bisnis baru melalui anak usaha, serta pemenuhan kebutuhan modal kerja.

Secara rinci, sekitar Rp 275 miliar akan dialokasikan untuk memperluas jaringan outlet kopi, Rp 60 miliar untuk ekspansi vertikal melalui pembukaan outlet donat oleh anak perusahaan, dan Rp 18,44 miliar untuk mendukung kebutuhan operasional harian.

Fore Coffee menerapkan strategi pertumbuhan berbasis data dan riset pasar mendalam, yang dijalankan oleh tim pengembangan bisnis internal. Evaluasi performa gerai dilakukan secara berkala guna memastikan ekspansi yang terukur dan memberikan nilai tambah jangka panjang. Pendekatan ini diperkuat dengan inovasi berkelanjutan dari tim R&D serta pelatihan barista guna menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk di seluruh gerai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.