Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Xi Jinping Tur Ke Asia Tenggara, Di Tengah Tensi Perang Tarif AS-China
Senin, 14 April 2025 07:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping memulai tur Asia Tenggaranya, Senin (14/4/2025). Dia mengawali kunjungan selama lima hari itu ke Vietnam, sebelum ke Malaysia dan Kamboja. Dengan tujuan utama mempererat hubungan perdagangan.
Dilansir Guardian, Senin (14/4/2025), Xi terakhir kali mengunjungi Vietnam pada bulan Desember. Sementara, Xi mengunjungi Kamboja terakhir kali sembilan tahun lalu, dan Malaysia 12 tahun lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengungkapkan, kunjungan Presiden Xi ke Asia Tenggara tersebut merupakan perjalanan luar negeri pertama pada 2025.
"Kunjungan ini punya arti penting bagi hubungan China dengan ketiga negara tersebut dan juga ASEAN secara keseluruhan, dan akan menyuntikkan dorongan baru bagi perdamaian, pembangunan di kawasan maupun dunia," terang Lin Jian.
Xi melakukan kunjungan ini selama 14-18 April, di tengah perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS), terkait perang tarif yang terjadi antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.
Baca juga : Indonesia Komit Bantu Palestina, Ini Langkah Konkret Prabowo Dukung Palestina
Kebijakan tarif ini sering kali memicu ketegangan ekonomi dan geopolitik, sehingga China berusaha menawarkan pendekatan alternatif yang lebih stabil melalui dialog dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
China juga menekankan pentingnya hubungan perdagangan yang sehat antara kedua negara, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh mereka, tetapi juga oleh ekonomi global.
China Perkuat Hubungan Dagang Dengan ASEAN
Dengan pendekatan ini, China berharap dapat mengurangi ketergantungan pada kebijakan proteksionisme dan menciptakan peluang baru untuk pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
China menyebut tarif AS menimbulkan kerugian serius bagi negara-negara berkembang. Menteri Perdagangan China Wang Wentao menyampaikan hal tersebut kepada kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala.
Negara-negara ASEAN merupakan penerima terbesar ekspor China 2024. China mengekspor barang-barang ke negara-negara ASEAN senilai 586,5 miliar dolar AS.
Baca juga : Warning Sisi Gelap Teknologi Digital, Prabowo Teken PP Perlindungan Anak
Vietnam adalah pembeli terbesar barang China 161,9 miliar dolar AS, disusul Malaysia yang mengimpor 101,5 miliar dolar AS barang-barang China pada 2024.
Vietnam, sebuah negara dengan kekuatan manufaktur, dan Kamboja, di mana sektor garmen dan alas kaki sangat penting bagi perekonomiannya, termasuk di antara negara-negara yang terkena dampak terburuk dari tarif AS. Vietnam kena tarif AS, 46 persen, sedangkan Kamboja, 49 persen.
Kamboja juga secara tradisional merupakan tetangga yang ramah dan sahabat sejati China.
Sedangkan dalam kunjungan ke Malaysia, Lin Jian mengatakan hubungan China dan Malaysia dalam beberapa tahun terakhir mencatat perkembangan pesat. Malaysia kena tarif 24 persen.
Penangguhan Tarif AS
Trump mengumumkan penangguhan sementara tarif impor untuk beberapa barang elektronik konsumen, seperti ponsel dan komputer, selama 90 hari. Namun, tarif untuk barang-barang dari China justru dinaikkan menjadi 125 persen. Dengan demikian total tarif AS untuk China mencapai 145 persen.
Baca juga : Panggil Airlangga, Prabowo Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
Angka ini termasuk tarif tambahan sebesar 125 persen yang baru-baru ini diberlakukan, ditambah dengan tarif sebelumnya sebesar 20 persen terkait isu rantai pasokan fentanyl.
"Meskipun ada penangguhan sementara, tarif Trump menanamkan kecemasan besar di negara-negara berkembang di Asia," ujar Wakil Direktur International Crisis Group's Asia Program Huong Le Thu.
Dia mengatakan, jika tarif-tarif tersebut benar-benar diterapkan, China akan membuat ekonomi-ekonomi tersebut tidak memiliki pilihan selain terus menjauh dari AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya