Dark/Light Mode

CPI Indonesia Luncurkan Buku Kunci Hadapi Krisis Iklim Dan Energi

Kamis, 24 April 2025 16:56 WIB
Peluncuran buku berjudul Siapa Bayar Apa Untuk Transisi Hijau?. (Foto: Ist)
Peluncuran buku berjudul Siapa Bayar Apa Untuk Transisi Hijau?. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap tantangan dan solusi pembiayaan transisi energi di Indonesia, Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia bekerja sama dengan Media Indonesia secara resmi meluncurkan buku berjudul “Siapa Bayar Apa Untuk Transisi Hijau?”. 

Peluncuran ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim yang kian mendesak.

Perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang berdampak luas, mulai dari aspek lingkungan hingga sosial ekonomi. Di Indonesia, proses transisi menuju energi bersih masih dihadapkan pada berbagai kendala, termasuk dinamika politik, keterbatasan teknologi, masalah geografis, serta pembiayaan yang kompleks.

Baca juga : PropertyGuru Indonesia Luncurkan Property Awards 2025, Dengan Kategori Baru

Direktur CPI Indonesia, Tiza Mafira mengungkapkan, peluncuran buku ini bertujuan memperluas pemahaman publik serta mendorong kolaborasi multipihak dalam mendukung transisi energi nasional. “Salah satu kolaborasi yang penting adalah penerapan blended financing, seperti yang dibahas dalam buku ini. Transisi energi tidak hanya membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih, tapi juga lebih berdaya saing,” jelas Tiza.

Buku “Siapa Bayar Apa Untuk Transisi Hijau?” disusun oleh sejumlah pakar dan praktisi di bidang energi dan kebijakan iklim, dengan penyunting utama Dr. Adrian Panggabean dan Albertus Siagian, MSc. Melalui sepuluh bab, buku ini menyajikan analisis berbasis konteks nasional tentang tantangan dan strategi pembiayaan transisi energi.

“Kami berharap buku ini bisa membuka ruang diskusi yang adil dan inklusif mengenai realitas pembiayaan transisi energi di Indonesia,” ujar Adrian Panggabean.

Baca juga : NEC Indonesia Laporkan Dampak Positif dari Penanaman 6.250 Pohon

Sementara itu, Albertus Siagian menambahkan bahwa penguasaan teknologi menjadi aspek penting dalam proses transisi ini, yang bisa menjadi peluang perluasan ekonomi nasional.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Abdul Kohar, turut menyampaikan dukungannya. “Kami berkomitmen menjadi bagian dari upaya kolektif menghadapi perubahan iklim dengan menyediakan informasi yang akurat dan mendalam. Buku ini adalah langkah konkret kami dalam mendukung kesadaran publik tentang pembiayaan transisi energi,” ujarnya.

Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, serta masyarakat umum dalam merancang strategi transisi energi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga : Harman Indonesia Resmi Luncurkan Headphone Wireless dengan Teknologi ANC

Sebagai informasi, buku “Siapa Bayar Apa Untuk Transisi Hijau?” tersedia dalam bentuk digital secara gratis dan dapat diakses melalui situs resmi CPI Indonesia dan Media Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.