Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Beda Dengan IMF, Sri Mulyani Masih Pede Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen
Sabtu, 26 April 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama, didorong oleh keyakinan konsumen, kondisi penghasilan yang stabil, serta belanja musiman dan bantuan sosial pemerintah, termasuk THR dan insentif lainnya menjelang Lebaran.
“Di tengah dinamika global yang menantang, ekonomi domestik kita masih menunjukkan ketahanan yang baik,” ujar Perry.
Menurut dia, Investasi sektor nonbangunan, turut mendukung pertumbuhan, tercermin dari meningkatnya impor barang modal seperti alat berat. Secara geografis, pertumbuhan terindikasi positif di berbagai wilayah, dengan Kalimantan dan Jawa mencatatkan kinerja ekonomi yang cukup kuat.
Baca juga : Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Istana Masih Pelajari
Meski begitu, Perry mengingatkan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan berpotensi terdampak oleh ketegangan perdagangan global, jika perang tarif AS-China tidak mereda.
Sementara, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5 persen pada kondisi perang dagang saat ini sangat sulit.
Alasannya, daya beli masyarakat melambat. Ditambah dengan dinamika geopolitik dan tatanan perdagangan internasional. "Sehingga, di sektor usaha juga akan terdampak dan berpengaruh terhadap ekspor impor," sebutnya.
Baca juga : Satriwan Salim: Kami Apresiasi Hal Ini, Semoga Cepat Direalisasi
Sebelumnya, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen pada 2025 dan 2026. Angka ini menurun dari proyeksi pada Januari 2025 yaitu sebesar 5,1 persen. Proyeksi ini tertuang dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2025 yang menganalisa dampak penyesuaian tarif Amerika Serikat.
"Negara-negara Asia yang sedang berkembang, khususnya ASEAN menjadi salah satu yang paling terdampak,” tulis IMF dalam laporannya.
Angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berbeda jauh dari negara Asia berkembang lainnya. Malaysia, misalnya, diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 4,1 persen pada 2025 dan 3,8 persen pada 2026. Kemudian Vietnam diprediksi mengalami pertumbuhan sebesar 5,2 persen pada 2025 dan 4,0 persen pada 2026. Sementara itu, ekonomi China diramal tumbuh sebesar 4 persen pada 2025 dan 2026. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya