Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PGN-BRIN Sukses Panen Padi Biosalin 116 Ton di Lahan Pesisir Semarang
Sabtu, 26 April 2025 14:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui keberhasilan panen perdana padi Biosalin di atas lahan seluas 20 hektare di pesisir utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah.
Panen ini menjadi bukti keberhasilan implementasi Program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PGN yang dimulai pada Desember 2024.
Padi Biosalin adalah varietas benih padi tahan salinitas tinggi, yang menawarkan solusi inovatif bagi lahan pesisir yang selama ini tidak produktif akibat intrusi air laut.
Sebagian besar lahan yang dipanen merupakan bekas lahan tidur milik Kelompok Tani Sumber Rezeki setempat, yang sebelumnya terbengkalai sejak kegagalan panen pada tahun 2021 akibat kadar garam air yang tinggi.
Baca juga : Genjot Panen Padi, Menteri PU Titahkan Seluruh Balai Terapkan Teknologi IPHA
Pada panen perdana ini, total produksi mencapai 116,95 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan rata-rata produktivitas 5,85 ton per hektare.
Varietas Biosalin 1 mencatat hasil 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 menghasilkan 5,67 ton per hektare.
Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Fajriyah Usman menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian adaptif terhadap tantangan lingkungan ekstrem.
Sekaligus wujud sinergi positif antara sektor energi, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PGN.
Baca juga : Pura-pura Bisu 16 Tahun Demi Dapat Uang Pensiun
Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu menghadirkan solusi konkret untuk ketahanan pangan di wilayah-wilayah yang menantang.
"PGN bangga dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir dengan menghidupkan kembali lahan tidur menjadi sumber penghidupan baru,” ujar Fajriyah Usman, Sabtu (26/4).
Setelah keberhasilan panen perdana ini, PGN berencana melanjutkan budidaya tahap kedua di lahan seluas 20 hektare.
Ke depan, lahan pengembangan padi Biosalin ini berpotensi diperluas hingga mencapai 100 hektare.
Baca juga : Sanksi Dicabut, Gajos Bisa Main Lawan Persebaya
Dalam program ini, PGN tidak hanya berperan sebagai penyedia energi bersih, tetapi juga aktif memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat melalui bantuan berupa benih, pupuk, pendampingan budidaya, hingga pascapanen dan pengolahan benih, yang akan berlangsung hingga Desember 2025.
“Kami percaya energi sejati adalah kekuatan yang mampu menggerakkan perubahan. Panen padi Biosalin ini bukan sekadar tentang hasil pertanian, tetapi juga tentang membangkitkan kembali semangat masyarakat pesisir yang sempat kehilangan mata pencahariannya,” tambah Fajriyah.
Melalui budidaya padi Biosalin, diharapkan kualitas produksi dapat terus meningkat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi buruh tani.
PGN berkomitmen, agar setiap kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya memperluas akses energi bersih, tetapi juga secara langsung mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya