Dark/Light Mode

Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan

PLN Perkuat Pasokan Setrum Jabodetabek

Minggu, 27 April 2025 07:05 WIB
General Manager PLN UIP JBB, Defiar Anis, memberikan arahan pada agenda site visit ke lokasi pembangunan SUTT 150 kV Tigaraksa - Tigaraksa II yang dilaksanakan pada Kamis (24/4/2025). (Foto: Humas).
General Manager PLN UIP JBB, Defiar Anis, memberikan arahan pada agenda site visit ke lokasi pembangunan SUTT 150 kV Tigaraksa - Tigaraksa II yang dilaksanakan pada Kamis (24/4/2025). (Foto: Humas).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) meyakini, kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan yang handal akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, anak usaha perusahaan setrum negara ini mengawal proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) berkapasitas 150 kilovolt kV Cikupa New Incomer (Jatake–Jatake II) di kawasan pengembangan terpadu Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, Banten, berjalan lancar.

General Manager PLN UIP JBB Defiar Anis mengatakan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal ini diharapkan kian memperkuat pasokan listrik bagi kawasan industri dan permukiman yang berkembang pesat di barat Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

“Proyek ini bagian dari penguatan sistem kelistrikan Jawa– Bali, khususnya pada subsistem Lontar–Balaraja–Kembangan,” ujar Defiar di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Dia menjelaskan, sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 25 Maret 2025, pekerjaan konstruksi telah dimulai.

“Kini memasuki tahap penyambungan pipa High Density Polyethylene (HDPE) dan ditargetkan bisa Commercial Operation Date (COD) pada 24 Maret 2026,” beber Defiar.

Sebagai bentuk komitmen, pihaknya melakukan site visit ke proyek tersebut pada Kamis (24/4/2025), didampingi jajaran Senior Manager dan Manager Unit Pelaksana Proyek. Serta mitra pelaksana dari PT Acset Indonusa dan perwakilan pemilik kawasan, PT Paramount Enterprise International (PT PEI), untuk melihat langsung progres pembangunan dan infrastruktur pendukung yang sedang dikerjakan.

Baca juga : DPRD Jakarta Wanti-wanti Formula E Tak Pakai APBD

Defiar menjelaskan, proyek ini menghadapi tantangan teknis karena beririsan dengan pembangunan exit toll dan kawasan Paramount Petals. Sehingga diperlukan koordinasi intensif dan penyesuaian teknis yang tepat.

“Proyek ini strategis, karena menjadi salah satu penguat sistem transmisi di wilayah barat Jakarta dan Tangerang,” katanya.

Defiar memastikan, pekerjaan berjalan sesuai standar mutu, waktu dan biaya, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Ini bentuk komitmen perusahaan dalam menyelesaikan proyek tepat waktu dan optimal,” tegas Defiar.

Pihaknya juga mengapresiasi sinergi dan dukungan dari para pemangku kepentingan, khususnya PT PEI, yang berperan penting dalam kelancaran proyek, karena pembangunan berada di dalam kawasan mereka.

Di kesempatan yang sama, Manager Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 1 (MUPP JBB 1) Haris Nasution menyatakan, koordinasi dengan PT PEI telah dijalin sejak awal guna menjamin kelancaran pekerjaan.

Bahkan, beberapa material seperti pipa HDPE juga telah didatangkan lebih awal sebagai strategi percepatan.

Baca juga : Liverpool Vs Tottenham Hotspurs, Misi Mengunci Tahta Juara

“Kami menyelaraskan aktivitas konstruksi dengan dinamika kawasan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menjelaskan, progres Program Listrik Pedesaan sejak 2023 sampai kuartal IV-2024 telah selesai 100 persen di 8 Unit Induk Distribusi (UID) PT PLN (Pesrero). Yaitu UID Aceh, UID Babel, UID Lampung, UID Banten, UID Jabar, UID Jateng dan UID Jatim.

“Ada beberapa lagi yang masih progress, UID-UIW yang belum selesai untuk menyelesaikan 182 desa lagi. Kita harapkan bisa selesai untuk dilaporkan,” ujar Adi dalam keterangan resmi, Minggu (16/2/2025).

Saat ini, perseroan telah melakukan inovasi-inovasi di lapangan untuk mendukung penyelesaian program listrik pedesaan.

“Kami siap menyelesaikan tantangan yang diberikan, terutama dengan kebersamaan teman-teman di daerah,” imbuhnya.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,83 persen di akhir kuartal IV-2024.

Dia mencatat, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN sebesar 98,45 persen. Sementara Rasio Desa (RD) Berlistrik nasional mencapai 99,92 persen dan RD khusus PLN mencapai 93,05 persen.

Baca juga : Tenis Madrid Open 2025, Kostyuk Hantam Raducanu

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengingatkan, masih ada 5.821 desa belum mendapatkan akses listrik PLN, dengan sebaran Provinsi Sumatera (80 desa), Jawa Madura Bali (4 Desa), Kalimantan (855 Desa), Sulawesi (235 Desa) dan Nusa Tenggara (125 Desa). Lalu, Maluku-Maluku Utara (215 Desa) dan Papua-Papua Barat (4.307 Desa).

Jisman menerangkan, sesuai laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto pada saat Acara Peresmian Infrastruktur Ketenagalistrikan di PLTA Jatigede pada 20 Januari 2025, seluruh wilayah dan rumah tangga ditargetkan bisa mendapatkan akses listrik PLN dalam 5 tahun ke depan.

Dia pun mengajak semua pihak untuk membantu melistriki wilayah yang belum berlistrik di Indonesia.

“Pemerintah harus hadir. Bukan hanya Kementerian ESDM. Kita harus sama-sama memikirkan itu,” pungkas Jisman. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 27 April 2025 dengan judul "Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan, PLN Perkuat Pasokan Setrum Jabodetabek"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.