Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemakaman Paus Digelar Hari Ini: Sniper Disebar di Atap-atap, Pesawat Tempur Disiagakan
Sabtu, 26 April 2025 08:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemakaman Paus Fransiskus akan digelar hari ini, Sabtu (26/4/2025), di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Ritual sakral ini akan dihadiri para pemimpin dunia, keluarga kerajaan, serta ratusan ribu umat dari berbagai penjuru dunia. Demi menjaga keamanan di sekitar Vatikan, otoritas Italia menempatkan sniper di atap-atap gedung dan menyiagakan pesawat tempur di langit Roma.
Hingga Jumat (25/4/2025) siang waktu setempat, arus pelayat masih terus mengalir melewati Basilika Santo Petrus. Mereka datang dari berbagai belahan dunia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang wafat pada Senin, 21 April 2025, dalam usia 88 tahun.
Sejak jenazah Paus Fransiskus dibaringkan dalam peti terbuka di dalam Basilika pada Rabu lalu, arus pelayat terus mengalir. Ribuan umat rela mengantre berjam-jam demi dapat melihat wajah Paus asal Amerika Latin itu untuk terakhir kalinya.
Menurut catatan resmi Vatikan, hingga Jumat siang, lebih dari 128.000 pelayat telah datang untuk memberi salam perpisahan. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang prosesi pemakaman yang akan digelar hari ini.
Baca juga : Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Istana Masih Pelajari
Sebagai bagian dari persiapan upacara pemakaman, prosesi penutupan peti jenazah dilangsungkan pada pukul 20.00 waktu setempat. Misa penutupan peti dipimpin Kardinal Kevin Farrell, camerlengo yang saat ini bertanggung jawab menjalankan urusan sehari-hari Vatikan hingga terpilihnya Paus yang baru.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dimulai pada Sabtu, pukul 10 pagi. Upacara dipimpin Kardinal Giovanni Battista Re, dekan dewan kardinal. Setelah itu, peti jenazah Paus Fransiskus akan diarak secara perlahan menuju Basilika Santa Maria Maggiore, gereja kesayangannya di Roma yang berjarak sekitar 5 kilometer.
Direktur Kantor Pers Vatikan Matteo Bruni mengatakan, prosesi ini akan dilakukan dengan kecepatan pejalan kaki. “Agar umat bisa memberikan penghormatan terakhir,” ujar Bruni, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/4/2025).
Ia menambahkan, prosesi pemakaman ini akan disiarkan langsung melalui televisi, sehingga jutaan umat di seluruh dunia dapat ikut menyaksikan momen bersejarah tersebut. Sementara itu, upacara pemakaman di dalam Basilika Santa Maria Maggiore akan berlangsung secara tertutup dan sederhana sebagaimana wasiat Paus Fransiskus.
Baca juga : Pelamar Harusnya Datang Ke Kecamatan Dan Kelurahan
Paus Fransiskus akan dimakamkan di dalam tanah, dengan penanda nisan sederhana bertuliskan satu kata: Franciscus. Makam ini akan dapat dikunjungi masyarakat umum mulai Minggu pagi.
Kota Roma bersiap menyambut momen paling bersejarah di era modern ini. Upacara pemakaman Paus Fransiskus diperkirakan dihadiri oleh sekitar 50 kepala negara dan 10 keluarga kerajaan dari berbagai belahan dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan hadir, begitu pula Presiden Argentina Javier Milei dan Pangeran William dari Inggris.
Secara keseluruhan, Vatikan memperkirakan sekitar 130 delegasi asing akan menghadiri prosesi pemakaman Paus ke-266 tersebut. Sejumlah tamu penting bahkan telah tiba di Roma sejak Jumat (25/4/2025), termasuk delegasi dari Indonesia yang diutus langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Delegasi Indonesia terdiri dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo, mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Mengingat bertepatan dengan hari libur nasional Italia, otoritas Italia memperkirakan sekitar 200 ribu orang akan memadati Roma pada akhir pekan ini. Untuk prosesi ini, jalan-jalan sekitar Vatikan akan ditutup. Otoritas Italia juga telah memetakan rute terbaik untuk prosesi ini, memastikan keamanan dan kelancaran jalannya upacara. Pemerintah Kota Roma telah meningkatkan kapasitas transportasi umum dengan menambahkan lebih dari 260.000 kursi kereta api menuju Roma.
Baca juga : Final Copa Del Rey: Barcelona Vs Real Madrid, Perang Gengsi Di El Clasico
Kepala Departemen Perlindungan Sipil Italia, Fabio Ciciliano, memprediksi kerumunan pelayat tidak hanya akan berkumpul di Alun-Alun Santo Petrus, tetapi juga sepanjang 4 km jalan menuju Basilika yang menjadi tujuan akhir jenazah Paus Fransiskus. Keamanan sekitar kawasan Vatikan dijaga ketat dengan penyebaran sniper di atap-atap gedung dan pesawat tempur yang disiagakan di langit Roma. Otoritas Italia telah memberlakukan zona larangan terbang untuk mencegah potensi ancaman dari udara, sejak Senin lalu.
Otoritas Italia juga mengatur kedatangan jet VIP dan pesawat kenegaraan di bandara-bandara Roma. "Beberapa delegasi ingin tinggal lebih lama di Roma, namun sebagian besar tamu kenegaraan yang terdaftar akan segera meninggalkan kota setelah pemakaman," ujar Ciciliano.
Pihak kepolisian Roma menyiagakan lebih dari 2.000 petugas, dibantu ribuan aparat keamanan nasional Italia untuk mengamankan upacara ini.
Kepala Kepolisian Roma, Roberto Massucci, menyatakan aspek yang paling kompleks adalah kedatangan banyak pejabat dari seluruh dunia. "Mereka akan berkumpul di Roma untuk satu titik," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya