Dark/Light Mode

Hampir Sembilan Tahun Belum Kelar

Pemerintah Kebut Lagi Perundingan I-EU CEPA

Senin, 28 April 2025 07:00 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. (Foto: Dok. Kemendag).
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. (Foto: Dok. Kemendag).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia terus mendorong penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Kerja sama ini diproyeksikan menambah nilai perdagangan sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau setara Rp 33,6 triliun.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengungkapkan, upaya percepatan penyelesaian I-EU CEPA dilakukan setelah bertemu dengan delegasi Committee on International Trade (INTA) dari Parlemen Uni Eropa.

Roro menegaskan, penyelesaian perundingan I-EU CEPA diharapkan dapat dipercepat, mengingat negosiasi ini sudah berlangsung hampir sembilan tahun.

Baca juga : Layanan Transportasi Harus Sistematis Dan Terintegrasi

“Perundingan perdagangan internasional menjadi salah satu fokus kerja Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar global. Dan meningkatkan kemudahan ekspor produk domestik,” ujar Roro dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa saat ini mencapai 30,2 miliar dolar ASpada tahun 2024.

“Pada tahun 2011, Indonesia-European Union Vision Group memperkirakan bahwa perundingan CEPA dapat meningkatkan nilai perdagangan minimal sebesar 2 miliar dolar ASatau sekitar Rp 33,6 triliun,” ujar

Baca juga : Raih Gelar Juara Copa del Rey, Barca Dekati Treble Winner

Ia optimistis, penyelesaian I-EU CEPA akan memperkuat kepercayaan pasar kedua pihak. Indonesia berharap Uni Eropa memiliki pendekatan serupa, mengingat ketidakpastian situasi perdagangan global saat ini.

“Melihat tren positif perdagangan dua arah pada 2019–2024 yang tumbuh sekitar 5,7 persen, saya yakin CEPA akan memberikan dampak yang lebih besar lagi,” tambah Roro.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Uni Eropa bukan sekadar respons terhadap kebijakan proteksionis seperti yang pernah dilakukan Presiden Donald Trump. Melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses pasar, memperkuat ketahanan perdagangan, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Baca juga : Piala Sudirman 2025, Tim Merah Putih Gunduli Inggris

Roro juga berharap, perjanjian ini dapat membuka akses pasar yang lebih luas serta memperlancar kegiatan ekspor produk dalam negeri ke Eropa, begitu pula sebaliknya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.