Dark/Light Mode

Terima Federasi Industri Korea, Prabowo Ditemani Gibran

Selasa, 29 April 2025 08:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto ditemani Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima kedatangan para konglomerat Korea, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4/2025). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto ditemani Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima kedatangan para konglomerat Korea, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Federation of Korean Industries alias Federasi Industri Korea datang menghadap Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4/2025). Presiden Prabowo menerima kedatangan para konglomerat Korea ini ditemani Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Para pengusaha Korea ini tiba di Istana sekitar pukul 10.45 WIB. Jumlahnya ada 19 orang. Mereka diterima Prabowo dan Gibran di Ruang Jepara. Pertemuan berlangsung hingga pukul 11.15 WIB.

Sejumlah anggota kabinet juga ikut dalam pertemuan ini. Mereka adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Usai pertemuan, Airlangga mengungkapkan, pertemuan berjalan lancar. Para konglomerat Korea itu berbicara panjang lebar dan sangat antusias mengenai iklim investasi di Indonesia.

"Pertemuan dengan Presiden yang berjalan terbuka. Presiden dengar satu per satu. Mereka apresiasi keterbukaan pemerintah," terang Airlangga.

Baca juga : Penjelasan Istana: Video Monolog Gibran Cegah Informasi Bias

Para konglomerat perwakilan perusahaan Korea ini hadir membawa laporan perkembangan investasi mereka di Indonesia. Salah satunya Lotte Chemical, yang menyampaikan rencana peresmian pabrik petrokimia mereka pada September atau Oktober 2025. 

Lotte juga menawarkan peluang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut. "Presiden secara prinsip menyetujui partisipasi Indonesia, dan menugaskan Danantara untuk melakukan kajian serta tindak lanjut investasi," tutur Airlangga.

Selain Lotte, sejumlah grup besar lainnya seperti KB Financial Group, Hyundai Motor Group, POSCO Holdings, EcoPro, KCC Glass Corporation juga memaparkan capaian dan rencana ekspansi mereka. KB Financial, yang mengelola Bank Bukopin, melaporkan keuntungan positif selama empat tahun berturut-turut. 

Hyundai Motor menyampaikan operasional yang berjalan lancar. Sementara POSCO, menyatakan rencana memperluas kerja sama dengan Krakatau Steel hingga kapasitas produksi 10 juta ton baja.

EcoPro, perusahaan di bidang baterai kendaraan listrik, melaporkan sudah menginvestasikan hampir 500 juta dolar AS di Morowali untuk membangun fasilitas produksi katoda prekursor dan smelter nikel. Sementara itu, KCC Glass Corporation, yang telah beroperasi di kawasan industri Batang, mengungkapkan rencana ekspansi bisnis.

Baca juga : Kardinal Seluruh Dunia Bersiap Proses Konklaf

Airlangga mencatat, total nilai investasi dari 19 grup usaha tersebut mencapai hampir 15,4 miliar dolar AS, dengan rencana tambahan sebesar 1,7 miliar dolar AS. "Jika dirupiahkan, investasi yang telah dan akan dilaksanakan mencapai Rp 269 triliun, dan akan ditambah lagi sekitar Rp 30 triliun," terangnya.

Federasi Industri Korea merupakan organisasi industri besar di Korea yang berdiri berdampingan dengan lembaga-lembaga bergengsi seperti Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI), Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA), dan Federasi Usaha Kecil Korea.

Saat ini, Federasi Industri Korea beranggotakan 420 perusahaan, termasuk GS Corporation, Samsung Electronics, Kumho Industrial, Korean Airlines, Hanwha Corporation, Hyundai Motor, Daelim Industrial, LG, POSCO, Doosan Construction, serta 21 perusahaan investasi asing dan 65 organisasi lainnya.

Federasi Industri Korea menaungi berbagai sektor usaha, dengan 38,1 persen bergerak di industri manufaktur, 8,6 persen di bidang grosir dan ritel, 6,4 persen di sektor jasa bisnis, 3,6 persen di transportasi, dan 1,9 persen di sektor elektronik dan gas.

Presiden Lotte Group Shin Dong Bin mengatakan, pihaknya tengah membangun kompleks petrokimia berskala besar di Indonesia. Dia memastikan, perusahaan Korea mendukung visi pembangunan jangka panjang Indonesia, khususnya di sektor semikonduktor, infrastruktur, ekonomi digital, dan keuangan.

Baca juga : Di Kalimantan Barat, KPK Geledah Kantor Dinas

Shin meminta dukungan Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki infrastruktur dan mereformasi beberapa regulasi investasi. "Termasuk penghapusan hambatan-hambatan impor," kata Shin, dalam Korea-Indonesia Business Roundtable, di The Langham, Jakarta Selatan, Senin (28/4/2025).

Selain itu, Shin berharap perusahaan-perusahaan asal K-Pop itu juga dapat dilibatkan dalam proyek skema Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (Public-Private Partnership/PPP). MEN/UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.