Dark/Light Mode

Laba Bersih BRI Melonjak Capai Rp 13,80 Triliun Di Triwulan I-2025

Rabu, 30 April 2025 13:36 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi  (tengah) saat  paparan kinerja triwulan I-2025 secara virtual, Rabu (30/4/2025). (Foto: Dok. BRI)
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (tengah) saat paparan kinerja triwulan I-2025 secara virtual, Rabu (30/4/2025). (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meraih pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis, dengan mengantongi laba bersih konsolidasian BRI pada triwulan I-2025 sebesar Rp 13,80 triliun di tengah dinamika ekonomi global akibat tensi geopolitik dan perang tarif. 

“BRI tetap mampu menunjukkan pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis, khususnya dengan tetap menempatkan segmen UMKM sebagai fokus utama,” ucap Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam paparan kinerja triwulan I-2025 secara virtual, Rabu (30/4/2025). 

Hery mengatakan, sepanjang triwulan I-2025 perekonomian global masih diwarnai oleh ketidakpastian. Terutama akibat tensi geopolitik dan dampak lanjutan dari perang tarif yang turut menekan aktivitas perdagangan internasional dan rantai pasok. 

BRI memperkirakan akan ada dampak jangka pendek akibat kebijakan tarif baru. Namun, saat ini sedang berlangsung negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat yang diharapkan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik.

“Perlu dicatat bahwa ekonomi Indonesia, termasuk bisnis BRI, lebih banyak bergantung pada konsumsi domestik. Sehingga selain dari depresiasi mata uang yang sudah terjadi, perang tarif diproyeksikan tidak berdampak signifikan,” katanya. 

Di samping itu, konsumsi domestik masih menjadi kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat masih tumbuh positif. Namun demikian, konsumsi domestik masih belum pulih sepenuhnya seperti kondisi sebelum pandemi Covid. 

Baca juga : Laba CIMB Niaga Tumbuh 3,2 Persen Capai Rp 2,2 Triliun Di Kuartal I-2025

Menurut Hery, hal ini menjadi tantangan bagi sektor UMKM yang sangat bergantung pada daya beli masyarakat. 

Dalam kondisi tersebut, BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang pro-rakyat dengan tetap fokus menumbuhkembangkan dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. 

“Yakni, sebagai upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional,” ucap Hery. 

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh dengan tantangan, BRI Group mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 13,80 triliun dan asset mencapai sebesar Rp 2.098,23 triliun atau tumbuh 5,49 persen secara year on year (yoy). 

Pertumbuhan tersebut didorong penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas, semua segmen kredit mencatatkan pertumbuhan positif dengan tetap berfokus pada segmen UMKM. 

Dari sisi penyaluran Kredit, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI telah mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97 persen yoy. 

Baca juga : Bank Mandiri Sukses Kantongi Laba Bersih Rp 13,2 Persen Di Kuartal I-2025

Penyaluran kredit BRI tersebut masih didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97 persen dari total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp 1.126,02 triliun. 

“Penyaluran kredit UMKM BRI yang terus tumbuh positif tersebut juga diiringi oleh berbagai inisiatif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan,” ujar Akhmad. 

Salah satunya melalui AgenBRILink yang jumlahnya telah mencapai 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 49,48 persen yoy. 

“Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 67 ribu desa atau menjangkau lebih dari 88 persen dari total desa di Indonesia, serta mencatat volume transaksi sebesar Rp 423 triliun di sepanjang triwulan I-2025,” ungkap Akhmad. 

Sementara itu, terkait dengan kualitas kredit, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menyebut, kredit BRI juga diikuti dengan perbaikan kualitas yang diperoleh dari penerapan manajemen risiko yang efektif dan prudent dalam penyaluran kredit. 

Hal tersebut tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI yang membaik dari 3,11 persen di akhir triwulan I-2024 menjadi 2,97 persen di akhir triwulan I-2025.

Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 12,8 Triliun Per Maret 2025

Rasio Loan at Risk (LAR) juga terus membaik, dari semula 12,68 persen di akhir triwulan I-2024 menjadi 11,12 persen di akhir triwulan I-2025. BRI juga tetap menyiapkan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi pemburukan kualitas aset. 

Hal tersebut tercermin dari Rasio NPL Coverage BRI yang mencapai 200,60 persen. Mucharom menegaskan, dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan. Namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi.

“Terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif,” pungkas Mucharom.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.