Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bank Mandiri Sukses Kantongi Laba Bersih Rp 13,2 Persen Di Kuartal I-2025
Selasa, 29 April 2025 20:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil meraih capaian kinerja solid, sekaligus mempercepat transformasi digital guna memperluas akses layanan keuangan.
Hal tersebut terbukti dari laba bersih konsolidasi sebesar Bank Mandiri mencapai Rp 13,2 triliun hingga Maret 2025, tumbuh 3,9 persen yoy.
“Capaian ini menunjukkan efektivitas strategi transformasi digital dan efisiensi operasional. Pada sisi rasio profitabilitas, Return on Equity (ROE) Bank Mandiri juga mampu terjaga solid di level 20,8 persen secara bank only,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan Kinerja Triwulan I-2025 secara virtual, di Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Darmawan menekankan, akselerasi dalam memperkuat ekosistem wholesale dan perluasan penyaluran kredit berkelanjutan menjadi langkah utama perseroan. Khususnya, dalam menjaga kontribusi yang merata terhadap pertumbuhan ekonomi regional di seluruh wilayah Indonesia.
“Sinergi dengan berbagai mitra, serta partisipasi dalam program Pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Darmawan menilai, penguatan pembiayaan pada sektor-sektor prospektif dan potensial di wilayah sesuai dengan kearifan lokal serta digitalisasi layanan finansial, menjadi kunci dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga : PGE Kantongi Pendapatan 101,51 Juta Dolar AS Di Kuartal I-2025
Sebagai bagian dari BUMN, Bank Mandiri memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kinerja tetap sehat, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, dan mengoptimalkan ekspansi bisnis di seluruh wilayah,” ujarnya.
Dari sisi kredit konsolidasi Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 1.672 triliun atau tumbuh 16,5 persen secara yoy, didorong oleh pertumbuhan positif baik di segmen wholesale maupun retail.
“Selain menjadi pendorong utama kinerja kredit, segmen wholesale juga menjadi bahan baku pertumbuhan segmen retail melalui ekosistemnya,” ucapnya.
Darmawan menuturkan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri tersebar merata di seluruh Indonesia, menunjukkan efektivitas dari strategi ekspansi yang inklusif.
“Selama kuartal pertama 2025, pertumbuhan Bank Mandiri tersebar merata di seluruh wilayah Tanah Air dan juga mencatatkan pertumbuhan kredit dan DPK di atas rata-rata pertumbuhan industri,” ucap Darmawan.
Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 12,8 Triliun Per Maret 2025
Dalam penyaluran kredit, Bank Mandiri fokus membidik sektor-sektor prospektif dan resilien seperti konstruksi dan infrastruktur, energi, makanan dan minuman, serta sektor padat karya lainnya.
Adapun, kredit corporate tumbuh sebesar 20 persen atau bertambah Rp 102 triliun menjadi Rp 608 triliun. Selain itu, kredit commercial tumbuh baik sepanjang kuartal I 2025 mencapai 21,4 persen yoy atau sebesar Rp 296 triliun.
Kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara tahunan naik sebesar Rp 11 triliun menjadi Rp 136 triliun pada tiga bulan pertama 2025, realisasi ini mempertegas komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.
Kinerja yang baik tersebut, juga diikuti oleh pertumbuhan yang berkualitas. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara bank only dapat dijaga di level 1,01 persen pada Maret 2025.
Hal ini juga berdampak pada perbaikan dari sisi biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) yang membaik ke level 0,71 persen per Maret 2025, dari periode tahun sebelumnya 0,99 persen.
"Kami terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kredit, sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan seiring dengan percepatan ekspansi di berbagai sektor," ungkapnya.
Baca juga : Kinerja Solid, BNI Bukukan Laba Rp 5,4 Triliun Di Kuartal I-2025
Untuk itu, penguatan manajemen risiko juga merupakan bagian penting dari strategi ekspansi, tercatat NPL coverage ratio Bank Mandiri secara bank only terjaga di level 299 persen, mencerminkan ketahanan finansial yang kuat dalam mengantisipasi risiko kredit.
Menurut Darmawan, penguatan manajemen risiko menjadi fondasi utama kami untuk memastikan pertumbuhan Bank Mandiri tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Kami optimis, dengan manajemen risiko yang kuat, Bank Mandiri tidak hanya mampu menjaga ketahanan bisnis di tengah berbagai dinamika, sekaligus membuka banyak peluang untuk tumbuh lebih optimal dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia ke depan," katanya.
Selanjutnya, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid.
Hingga akhir Maret 2025, total DPK secara konsolidasi tercatat Rp 1.748 triliun, meningkat 11,2 persen yoy. Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan dana murah mencapai 8,89 persen yoy dengan komposisi dana murah secara bank only mencapai 77,1 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya