Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
May Day 2025: Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Pekerja Dan Produktivitas Nasional
Jumat, 2 Mei 2025 09:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suasana semangat kebersamaan dan kolaborasi mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar meriah di Pertamina Arena Simprug, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional”, acara ini menjadi ajang silaturahmi dan refleksi bersama lintas pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
Peringatan yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) ini turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta pimpinan serikat pekerja dari berbagai sektor industri, termasuk Forum Komunikasi Serikat Pekerja BUMN (Forkom SP/SeKar BUMN).
Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar, dan Wakil Dirut Pertamina, Wiko Migantoro, juga hadir bersama jajaran manajemen dan perwakilan pekerja, menandai kuatnya semangat sinergi antar unsur pekerja dan perusahaan.
Baca juga : May Day, Wujudkan Kesejahteraan Dan Perlindungan Hak Buruh
Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan "May Day is a Kolaborasi Day" bukan hanya sekadar slogan, tapi wujud komitmen untuk membangun ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berpihak pada kesejahteraan buruh.
Menurut dia, 145 juta pekerja dan buruh Indonesia adalah kekuatan terbesar bagi pertumbuhan perekonomian nasional. "Tugas kita bersama adalah memastikan setiap langkah pembangunan tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi pekerja," ujar Yassierli.
Sementara itu, Arie menegaskan pentingnya kolaborasi empat unsur dalam perusahaan, pekerja, direksi, komisaris, dan pemerintah, untuk menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.
Baca juga : May Day, Kartini AMPI Serukan Perlindungan Hak Pekerja Perempuan
Arie memanfaatkan momentum peringatan May Day untuk kembali mendorong agenda reintegrasi operasional Pertamina dari hulu ke hilir. Ia menyebut, langkah ini bukan semata demi efisiensi, melainkan demi menjadikan Pertamina sebagai pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional.
“Pertamina harus kembali utuh agar mampu menjawab tantangan energi nasional dan memberi manfaat maksimal bagi rakyat, sesuai amanat Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945,” tegas Arie, yang juga dikenal sebagai inisiator terbentuknya Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Karyawan BUMN (Forkom SP/SeKar BUMN).
Selain itu, Arie juga mengangkat isu ketimpangan hak pekerja BUMN, khususnya terkait usia pensiun. Ia menilai tidak adil jika pekerja BUMN masih dipensiunkan di usia 56 tahun, sementara ASN, TNI, dan Polri sudah menikmati batas pensiun di angka 60 tahun.
Baca juga : Kado May Day, Prabowo Siapkan Dewan Kesejahteraan Buruh & Satgas PHK
“Pekerja BUMN memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan. Maka sudah seharusnya mendapat perlakuan dan penghargaan yang setara,” ujar Arie.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Keadilan, Kesetaraan, dan Nondiskriminatif (KKN) dalam hubungan industrial BUMN. Menurutnya, prinsip itu menjadi fondasi bagi terciptanya iklim kerja yang sehat dan produktif.
Arie menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa kolaborasi sejati antara pekerja dan manajemen bukan hanya retorika, tetapi prasyarat mutlak bagi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja. “Perusahaan maju, pekerja sejahtera, Indonesia jaya,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya