Dark/Light Mode

Lewat IMW 2025, INSA Genjot Daya Saing Industri Pelayaran

Jumat, 2 Mei 2025 20:32 WIB
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto. (Foro: Dok. INSA)
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto. (Foro: Dok. INSA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners' Association (INSA) mendorong penguatan daya saing pelayaran nasional melalui Indonesia Maritime Week (IMW) 2025.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menekankan pentingnya asas cabotage di tengah tantangan global. "Melalui IMW kita ingin menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain strategis dalam kancah maritim global yang berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan di sektor pelayaran nasional," kata Carmelita di Media Gathering Road to The 1st IMW di Jakarta dikutip Jumat (2/5/2025). 

Dalam IMW 2025, kata Carmelita, INSA menegaskan komitmen industri pelayaran nasional untuk menjawab tantangan maritim dan memposisikan Indonesia sebagai pemain strategis dalam percaturan global berbasis keunggulan domestik. 

Baca juga : Peringati May Day 2025, BPJS Ketenagakerjaan Berbagi Sembako untuk Buruh di Jakbar

Kegiatan itu merupakan inisiatif Kementerian Perhubungan kolaborasi dengan Pelindo, Pertamina International Shipping, dan INSA untuk mendorong kemajuan industri maritim nasional melalui konferensi internasional paling bergengsi di Indonesia.

Menurut Carmelita, IMW 2025 yang akan digelar pada 26-28 Mei di Jakarta menjadi momentum strategis mempertemukan pemimpin maritim regional dan global, pelaku usaha, pembuat kebijakan, serta inovator sektor logistik dan pelayaran. 

Ia mengatakan, pelayaran nasional telah menjadi tulang punggung distribusi antarwilayah dan perlu dipertahankan dengan kebijakan afirmatif guna menghadapi gejolak perekonomian global yang semakin menantang. 

Baca juga : Meski Ekspansi, Indeks Kepercayaan Industri April 2025 Melambat

INSA mencermati risiko dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta penerapan kebijakan dagang luar negeri yang berpotensi meningkatkan beban operasional pelayaran nasional di sektor impor suku cadang kapal. 

Carmelita yang juga Ketua Federation of ASEAN Shipowners' Association (FASA) dan Asian Shipowners' Association (ASA) menekankan pentingnya daya saing agar pelayaran nasional mampu berkompetisi di kancah regional dan global, demi mengikis dominasi kapal asing pada angkutan ekspor-impor Indonesia. 

Ia menyebut beberapa perusahaan pelayaran nasional telah menembus pasar internasional, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas karena minimnya akses terhadap kargo ekspor dan kurangnya dukungan pembiayaan jangka panjang. 

Baca juga : Festival Solo Menari 2025, Ajang Inovasi Seni Budaya Dan Ekonomi kreatif

Untuk itu, INSA mendorong dukungan fiskal dan pembiayaan dari perbankan nasional untuk memperkuat struktur modal pelayaran, termasuk kemudahan perpajakan dan suku bunga kompetitif untuk pengadaan armada yang efisien dan modern. 

Selain modal, daya saing pelayaran juga ditentukan oleh ketersediaan kru kapal Indonesia yang kompeten, yang saat ini mulai dilirik pasar global namun perlu peningkatan kualitas setara kru asal Filipina dan India. 

"Melalui IMW 2025, INSA mengajak seluruh pemangku kepentingan, regulator, industri, lembaga pendidikan pelaut untuk bersama merumuskan strategi menghadapi tantangan dan memperkuat posisi pelayaran nasional di peta global," pungkas Carmelita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.