Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
GoTo Impact Foundation Gelar Berikanesia Lestari, Targetkan Kenaikan Pendapatan Warga Hingga 25 Persen
Sabtu, 3 Mei 2025 20:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi nirlaba yang didirikan Grup GoTo, bekerja sama dengan changemakers, pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat, menghadirkan inovasi program ‘Berikanesia Lestari.’ Kegiatan tersebut guna mendukung ekonomi biru di Pulau Belitung.
Inisiatif ini menargetkan pengurangan limbah ikan, penyediaan pakan terjangkau, dan peningkatan pendapatan masyarakat hingga 25 persen.
Ketua GoTo Impact Foundation Monica Oudang menjelaskan, Berikanesia Lestari merupakan konsorsium dari tiga organisasi, yaitu Ikanesia, Berikan Protein, dan Selaras Muba Lestari.
“Inisiatif ini lahir dari program unggulan Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang diinisiasi GoTo Impact Foundation untuk mempercepat inovasi akar rumput di berbagai daerah," ujarnya di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).
Menurut Monica transformasi membutuhkan keberanian untuk mencoba dan melihat peluang baru di balik setiap tantangan.
Sejak empat tahun lalu, dari pengalaman mendampingi 138 changemakers di enam wilayah Indonesia, pihaknya belajar bahwa inovasi dari akar rumput, jika digerakkan oleh lintas sektor menyumbangkan waktu, keahlian, dan sumber daya akan menciptakan perubahan yang nyata dan berdampak luas.
Baca juga : Ikatan Keluarga Minangkabau Gelar Turnamen Golf Open
Proyek Berikanesia Lestari bekerja sama dengan kecamatan dan desa di Pulau Belitung: Air Seruk, Tanjung Binga, dan Tanjung Pandan untuk bersama-sama mengatasi tantangan lokal dan mendorong solusi berkelanjutan di area masing-masing.
Desa Air Seruk, memiliki potensi alam yang besar dalam sektor pertanian dan perikanan, ironisnya, angka stunting di wilayah tersebut mencapai 18,37 persen.
Salah satu yang tertinggi di Kecamatan Sijuk dan jauh dari target penurunan prevalensi stunting nasional yang diharapkan mencapai 14 persen.
Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Pandan dan desa Tanjung Binga yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah pasar ikan.
“Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berpotensi merusak ekosistem laut dan mendorong kenaikan harga ikan dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Konsorsium Berikanesia Lestari Muhammad Farhan Yusron membagikan empat strategi utama yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect (efek berganda) di bidang ketahanan pangan, lingkungan, dan kesehatan di ketiga wilayah tersebut: “Pengolahan Limbah Ikan menjadi Pakan Terjangkau, Limbah ikan diolah menjadi pelet ikan berkualitas tinggi dan murah, yang diolah dengan mesin secara higienis dan telah melewati hasil uji proksimat,” ujarnya.
Baca juga : GoTo Impact Foundation Gaet Changemakers Dan Pemda Bangun Ekosistem Lombok Eco Kriya
Rehabilitasi Kulong untuk Budidaya Ikan Air Tawar Bernutrisi, lahan bekas tambang diubah menjadi ekosistem budidaya ikan air tawar bernutrisi, seperti ikan bandeng, untuk menciptakan alternatif ekonomi bagi mantan penambang.
Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan dan pendampingan UMKM untuk mengolah dan memasarkan produk perikanan hasil budidaya ikan di lahan bekas tambang.
Edukasi Gizi, Pendampingan, dan Pemantauan Anak. Program ini mencakup edukasi gizi untuk ibu balita dan kader kesehatan masyarakat, intervensi makanan tinggi protein menggunakan produk budidaya ikan, serta pemantauan rutin status gizi anak menggunakan indikator berat dan tinggi badan.
“Melalui keempat strategi ini, 123 masyarakat yang mendapat pelatihan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka sebesar 15 hingga 25 persen di atas Upah Minimum Daerah, sekaligus memperbaiki status gizi balita hingga 30 persen,” tuturnya.
Berikanesia Lestari juga akan ditopang oleh kolaborasi erat dengan kelompok nelayan dan petani tambak dalam mengolah limbah ikan.
Program ini menargetkan produksi 40 ribu kg pakan ikan dengan harga jual 53 persen lebih murah dari harga pasar.
Baca juga : NEC Indonesia Laporkan Dampak Positif dari Penanaman 6.250 Pohon
“Untuk budidaya ikan air tawar bernutrisi di kulong, Berikanesia Lestari akan berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memastikan standar keamanan lahan bekas tambang,” ujar Monica.
Wakil Bupati Belitung Syamsir mengapresiasi inisiatif ini yang sejalan dengan rencana ekonomi biru dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.
“Ekonomi Biru merupakan fokus utama Kepulauan Bangka Belitung karena dapat menumbuhkan perekonomian sekaligus mewujudkan kelestarian lingkungan dan sosial,” katanya.
Dalam mewujudkannya, kolaborasi lintas sektor dari tingkat pusat, daerah, hingga swasta dan masyarakat merupakan hal yang penting.
“Kehadiran Berikanesia Lestari menjadi langkah awal yang berarti untuk mendorong Bangka Belitung kembali bangkit dan berdaya secara mandiri,” pungkas Syamsir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya