Dark/Light Mode

Kinerja Terus Membaik, Waskita Jauh Dari Potensi Delisting

Kamis, 8 Mei 2025 19:00 WIB
Waskita Karya. (Foto: Ist)
Waskita Karya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom & Financial Market Specialist, Lucky Bayu Purnomo menilai, potensi delisting saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang berkode WSKT masih terlalu jauh. Hal ini dikarenakan, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan.

"Itu masih terlalu dini. Untuk mencapai proses delisting ada beberapa tahapan," kata Lucky Bayu di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Ia menjelaskan, masih ada pekerjaan proyek yang diambil Waskita, sehingga menunjukkan kinerja Perseroan terus membaik. 

Sebelumnya Waskita menyebutkan, terdapat 68 proyek berjalan yang dikelola sepanjang 2024, total nilainya mencapai Rp 44,7 triliun. Apalagi, restrukturisasi yang dilakukan perseroan turut menjadi angin segar bagi Perseroan agar bisa kembali ke pasar modal.

Baca juga : KPK Ganti Jubir, Tessa Mahardika Diangkat Jadi Plt Direktur Penyelidikan

"Perusahaan harus menyelesaikan proses restrukturisasi secara optimal, dalam meyakinkan investor," katanya.

Sebagai informasi, pada 2024 telah menyelesaikan proses restrukturisasi dengan mendapatkan persetujuan dari 22 kreditur perbankan Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021, dengan nilai outstanding sebesar Rp 31,65 triliun, skema itu sudah efektif sejak 17 Oktober 2024. 

Selain itu, restrukturisasi yang dilakukan pada Obligasi Non-Penjaminan senilai Rp 3,35 triliun juga telah mendapatkan persetujuan atas tiga seri obligasi. 

Lucky pun menyarankan, agar Waskita banyak mengambil proyek strategis dan efektif dalam meningkatkan kinerja keuangan. Sehingga, bisa kembali lagi ke pasar modal. 

Baca juga : Diberi Banyak Fasilitas, Jemaah Haji Lansia & Disabilitas Diistimewakan

"Jadi sumber pendapatan waskita pekerjaan proyek. Pertama, mencari proyek menarik untuk dpt dikerjakan efisien dan efektif. Sumber daya bekerjanya itu adalah proyek diperoleh," katanya.

Dia menambahkan, dengan berkurangnya utang Waskita juga menjadi langkah positif untuk kinerja perseroan makin lebih baik. Apalagi, hanya butuh dua tahun bisa membuat kepercayaan investor kembali ke Waskita.

Berdasarkan laporan Keuangan WSKT pada 2024, Perseroan mencatatkan total penurunan utang sebesar Rp 14,7 triliun. Lalu, kinerja Waskita induk atau secara standalone pun mencatatkan keuntungan dengan laba berjalan sebesar Rp 4,8 triliun.

"Jadi kinerja waskita dua tahun ke depan, harus lebih bagus dalam meningkatkan kepercayaan investor," jelas dia. 

Baca juga : Prabowo Utus Jokowi hingga Jonan Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus Di Vatikan

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI (Bursa Efek Indonesia) I Gede Nyoman Yetna mengaku, masih memantau rencana ke depan dari jajaran direksi BUMN infrastruktur ini.

Delisting walaupun 2 tahun kan tidak serta-merta, tentu kita lihat bagaimana respons dari Board of Directornya, bagaimana rencana ke depan,” kata Nyoman.

Selanjutnya, arah gerak perusahaan. Sebab, tujuan peraturan delisting itu bukan untuk ngeluarin perusahaan. "Tapi, memberikan target kepada mereka agar mereka memperbaiki going concern,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.