Dark/Light Mode

Soal Kebijakan Trump

Mentan: Ada Dampak Tapi Tidak Perlu Dikhawatirkan

Jumat, 11 April 2025 07:25 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Instagram/a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Instagram/a.amran_sulaiman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut kebijakan tarif impor yang dilakukan Amerika Serikat (AS) tak membahayakan sektor pertanian dan perkebunan Indonesia. Pasalnya, Indonesia berada dalam kondisi terbaik dalam hal ketahanan pangan selama dua dekade terakhir. Soal itu masih ramai diperbincangkan di jagat maya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, aksi kerek tarif impor yang dilakukan AS mempengaruhi sejumlah negara. Namun, sektor pertanian dan perkebunan Tanah Air tetap dalam kondisi aman. Kalaupun terpengaruh, efeknya tak terlalu besar.

“Memang ada dampak, tapi tidak perlu dikhawatirkan,” ujar Amran di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/4/2025).

Diakuinya, Indonesia memiliki cadangan ekspor biofuel sebesar 1,7 juta ton ke AS. Namun, jika ekspor ke AS terganggu, Pemerintah siap mengalihkan untuk kebutuhan dalam negeri. Sebab, level B40 dan B50, setara dengan 5,3 juta ton.

Baca juga : Ketua DPD NasDem Ditahan Kejari Kota Palembang...

“Itu kalau kita dorong ke dalam negeri, selesai. Tidak masalah. Langkah ini juga untuk menyeimbangkan perdagangan antara Indonesia dan Amerika,” cetusnya.

Kendati begitu, Amran tidak menutup mata Indonesia masih sangat bergantung pada impor gandum dari Amerika. Menurut dia, komoditas itu menjadi salah satu produk impor terbesar yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

Pada kasus gandum, lanjutnya, bila kinerja impor dari AS terganggu, itu bisa disiasati dengan mengambil gandum dari negara lain. Khususnya, yang permintaan impornya dari Indonesia masih sedikit atau minus.

“Gandum tidak bisa tumbuh di Indonesia. Itu kita impor dari berbagai negara. Jadi, kita fokus saja pada negara yang minus, benarkan? Selesai,” imbuhnya.

Baca juga : Visi Prabowo Lindungi Petani Dan Konsumen

Lebih lanjut, Amran menjelaskan, perang dagang yang terjadi saat ini bukan hanya menimbulkan tantangan, tapi juga peluang.

Menurutnya, sejumlah komoditas ekspor seperti kakao, cengkeh, kelapa dan sawit justru meningkat. Kondisi ini menguntungkan para petani lokal.

“Banyak petani melapor ke saya, sekarang mereka dapat untung lebih besar. Tapi, kita juga tidak boleh berbahagia atas penderitaan pihak lain,” cetusnya.

Amran juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi diplomatik dengan AS dan menjajaki pasar ekspor baru sebagai bentuk diversifikasi risiko.

Baca juga : Bahlil: Jangan Lambat, Kita Harus Responsif

“Kita ini negara besar, pasar kita juga besar. Kita bisa cari pasar lain. Misalnya tambah ekspor ke negara yang belum terkena dampak tarif. Itu bisa jadi solusi jangka panjang,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.