Dark/Light Mode

Serap Gabah Petani 2 Juta Ton

Bulog Catat Rekor Baru

Jumat, 9 Mei 2025 07:05 WIB
Petani memanen padi jenis Ciherang di Leuwibatu, Bogor, Jawa barat. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Petani memanen padi jenis Ciherang di Leuwibatu, Bogor, Jawa barat. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto juga melakukan penye­derhanaan mekanisme subsidi pupuk.

Sejak tahun lalu sampai seka­rang, Kementerian Pertanian memfokuskan anggaran dan sum­ber daya manusia untuk menggen­jot produksi padi dan jagung.

“Jadi wajar saja jika kedua komoditas itu mengalami per­tumbuhan tinggi,” kata Khudori.

Terpisah, Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto menyampaikan, hingga saat ini realisasi pengadaan gabah atau beras dalam negeri tahun 2025, tembus 2.000.524 ton setara beras.

Baca juga : ASN Wajib Pakai Produk Lokal Setiap Hari Kamis

Dengan tambahan serapan ini, kata Prihasto, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 3,6 juta ton hingga 8 Mei 2025.

“Ini merupakan pencapaian tertinggi dalam 57 tahun berdirinya Bulog. Kami berhasil menyerap lebih dari 2 juta ton se­tara beras dari hasil petani dalam negeri hingga awal Mei 2025,” ujar Prihasto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Prihasto menegaskan, penca­paian ini menunjukkan komit­men Bulog dalam mendukung petani nasional, sekaligus men­jaga ketahanan pangan nasional.

Stok tersebut siap digunakan untuk mendukung berbagai program Pemerintah sesuai penugasan.

Baca juga : Potensi PAD Jakarta Menguap Rp 1,4 Triliun

Adapun realisasi penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 se­banyak 181.173 ton. Sementara sepanjang 2024, realisasi penyaluran bantuan pangan mencapai 1.970.881 ton.

Pihaknya akan terus melan­jutkan penyerapan hasil panen petani secara optimal, guna memastikan harga gabah tetap menguntungkan petani. Sekaligus menjaga ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat.

“Sesuai penugasan Pemerin­tah, kami membeli gabah kering panen dari petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram (kg),” katanya.

Langkah itu direalisasikan me­lalui Tim Jemput Gabah Perum Bulog, bekerja sama dengan pe­nyuluh pertanian dan Bintara Pem­bina Desa (Babinsa) di lapangan.

Baca juga : Luna Maya, Akhirnya Nikahi Soulmate Dan Cinta Sejati

“Kami pastikan, Bulog terus melakukan penyerapan sampai seluruh gudang penuh,” janjinya.

Saat ini Bulog memiliki 476 komplek gudang dan ada beberapa gudang yang sewa bersama mitra dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lainnya.

Pihaknya juga terus melaku­kan penyerapan gabah kering panen melalui petani langsung, kelompok tani dan gabungan kelompok tani.

“Kami juga melakukan pe­nyerapan beras, bekerja sama dengan para penggilingan padi di seluruh Indonesia, mulai dari skala penggilingan kecil hingga besar,” imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.