Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tren PHK Nggak Cuma Terjadi Di RI, Apindo Kasih Saran Ini
Sabtu, 10 Mei 2025 12:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam menilai tren pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan hal yang tak terelakkan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain. Namun, menurutnya, perhatian utama seharusnya tidak hanya tertuju pada jumlah PHK, melainkan pada upaya membuka dan menciptakan lapangan kerja baru.
“PHK trennya pasti akan selalu terjadi. Tidak hanya di Indonesia, di negara lain juga. Misalnya di Singapura, ada bank besar yang merencanakan PHK 5 ribu orang dalam 5 tahun karena transformasi ke digital,” ujar Bob.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Jumat 9 Mei, Hadir Di 5 Lokasi
Ia menambahkan bahwa di negara-negara seperti Singapura, rencana PHK disertai dengan persiapan matang, termasuk pelatihan untuk pekerja yang terdampak agar bisa kembali terserap dalam pasar kerja. “Jadi transformasinya dipersiapkan,” tegasnya.
Bob menyoroti bahwa tantangan utama sebenarnya bukan hanya PHK itu sendiri, melainkan kemampuan para pekerja yang terkena PHK untuk mendapatkan pekerjaan baru. Ia menilai bahwa selama ini perhatian terlalu terfokus pada PHK, sementara aspek penciptaan lapangan kerja seringkali terabaikan.
Baca juga : Gubernur DKI: Yang Nggak Naik Transportasi Umum, Nggak Saya Lantik
Menanggapi meningkatnya angka PHK belakangan ini, Bob menjelaskan bahwa persoalan ini muncul dari dua sisi: struktural dan eksternal. “Struktural karena ada transformasi industri ke arah digital, pekerjaan manual mulai ditinggalkan. Misalnya di sektor perbankan, mulai ada otomatisasi,” jelasnya.
Selain itu, faktor eksternal seperti lemahnya permintaan global turut memperburuk kondisi ketenagakerjaan. “Sejak sebelum COVID, permintaan sudah melemah. Ditambah lagi pandemi, krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina, dan perang dagang antara Amerika dan China. Semua itu berdampak ke industri padat karya kita,” jelasnya lebih lanjut.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Jumat 2 Mei, Hadir Di 5 Lokasi
Meski demikian, Bob optimistis dengan potensi penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Ia mencatat bahwa tahun lalu ada hampir 3 juta lapangan kerja baru yang tercipta. Namun, jumlah itu belum cukup untuk menyerap seluruh angkatan kerja baru yang mencapai sekitar 4 juta orang, belum termasuk mereka yang terkena PHK.
“Tantangannya besar. Apalagi yang masuk pasar kerja itu tidak semuanya lulusan pendidikan menengah-tinggi, ada juga yang dari pendidikan menengah ke bawah,” pungkas Bob.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya