Dark/Light Mode

Sumbang Rp 1,53 Triliun Untuk PDB

Ekraf Dongkrak Daya Saing Di Pasar Global

Rabu, 14 Mei 2025 07:00 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf), seiring dengan kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sepanjang tahun 2024, ekraf menyumbang sekitar Rp 1,53 triliun untuk PDB dan menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pengembangan produk kreatif merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

“Nilai ekspor ekonomi kreatif ta­hun lalu mencapai 25,1 miliar dolar AS yang didominasi subsektor fashion, kriya, kuliner dan pener­bitan. Ini membuktikan besarnya potensi produk kreatif Indonesia di kancah internasional,” ujar Budi dikutip, Selasa (13/5/2025).

Untuk memperkuat ekosistem ekspor produk kreatif, Kemente­rian Perdagangan (Kemendag) telah menjalin kolaborasi strategis lintas sektor.

Program Usaha Mikro Ke­cil dan Menengah (UMKM) Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, menjadi salah satu andalan untuk menjem­batani pelaku usaha kecil dan menengah dengan pasar global.

Baca juga : Awas, Pelamar Kerja Serbu Balai Kota Lagi

“Kami telah menggelar 146 sesi business matching yang mencakup 91 sesi pitching dan 55 pertemuan dengan pembeli dari 33 negara. Nilai transaksi mencapai 8,77 juta dolar AS,” jelas Budi.

Sementara, Kementerian Per­industrian (Kemenperin) juga mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) ekonomi kreatif naik kelas.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Ya­nita mengatakan, Indonesia memiliki keunggulan budaya dan sumber daya manusia yang harus dioptimalkan sebagai daya saing industri kreatif.

“Menurut Statistik Ekonomi Kreatif 2020, jumlah pelaku ekraf di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta orang. Ini potensi besar yang perlu terus dibina agar mampu menembus pasar ekspor,” kata Reni.

Dari 17 subsektor ekraf, fashion dan kriya tercatat sebagai penyumbang tertinggi nilai tam­bah ekonomi dan ekspor. Karena itu, pengembangan kedua sub­sektor ini menjadi prioritas.

Baca juga : AC Milan Vs Bologna, Misi Rossoneri Hapus Kesuraman

“Kami memberikan berbagai fasilitasi seperti pelatihan manaje­men, standardisasi produk, parti­sipasi di pameran internasional. Hingga restrukturisasi mesin dan peralatan produksi,” ujarnya.

Salah satu program unggulan Kemenperin adalah Restruk­turisasi Mesin dan Peralatan berupa pengembalian dana (re­imbursement) 25–40 persen dari pembelian mesin baru oleh IKM. Program ini bertujuan untuk mendorong efisiensi produksi, peningkatan kualitas serta diver­sifikasi produk.

Reni mencontohkan IKM Sweda, perajin perak asal Kotagede, Yog­yakarta, yang sukses menembus pasar ekspor Amerika Serikat.

Sweda menggabungkan nilai budaya lokal dengan budaya populer barat dalam produk perhiasannya. Kini, 90 persen produksinya diekspor.

“Sweda menerima fasilitas restrukturisasi mesin berupa pembelian 3D printer untuk desain dan produksi aksesori secara presisi. Hasilnya, daya saing mereka meningkat signifi­kan,” tutur Reni.

Baca juga : NBA, Knicks Selangkah Lagi Menuju Final

Reni juga menekankan pentingnya pemanfaatan nilai buda­ya sebagai keunggulan ekspor.

“Produk yang membawa identitas budaya otentik Indo­nesia punya daya tarik tinggi. Apalagi jika mampu berakul­turasi dengan budaya luar tanpa kehilangan ciri khas nasional,” jelasnya.

Ke depan, Kemenperin me­nargetkan pelaku IKM kreatif tidak hanya unggul dalam kuali­tas produk dan efisiensi. Namun mampu memperluas jejaring, mengakses pasar baru dan terus berinovasi menghadapi dina­mika global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.