Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Milan ingin tiket Liga Eropa dari jalur juara Coppa Italia. Bologna ingin balas dendam kekalahan di liga.
AC Milan dan Bologna siap adu strategi dalam final Coppa Italia, di Stadio Olimpico, dini hari nanti WIB. Trofi dan tiket Eropa jadi taruhan besar dalam duel klasik ini.
Kota Roma bakal jadi saksi, apakah Milan mampu merebut tiket Liga Eropa musim depan dari hadiah jalur juara Coppa, atau Bologna mengulang sejarah setelah setengah abad. Ini juga akan jadi final pertama kedua tim di ajang Coppa Italia.
Milan datang dengan kepercayaan diri usai menang 3-1 atas Bologna di Serie A. Namun, orang bijak bilang: partai final punya ceritanya sendiri.
Baca juga : NBA, Knicks Selangkah Lagi Menuju Final
Musim Milan sungguh suram. Terdepak dari Liga Champions, dan sempat inkonsisten, mereka kini kembali solid. Empat kemenangan beruntun jadi bukti konsistensi mulai terbentuk.
Perubahan skema ke tiga bek jadi kunci. Sistem ini membuka ruang bagi pemain sayap untuk eksplosif, sekaligus memberi stabilitas di belakang.
Striker Santiago Gimenez kerap muncul sebagai pahlawan dari bangku cadangan. Kombinasi Rafael Leao dan Christian Pulisic juga kian padu di sektor depan.
Sementara Bologna punya rekam jejak apik di Coppa Italia. Dua kali ke final, dua kali pula mereka pulang sebagai juara, terakhir pada 1974.
Baca juga : Jessica Iskandar, Bangga Bisa Bagikan ASI
Perjalanan mereka musim ini pun patut diacungi jempol. Menyingkirkan Monza, Atalanta, dan Empoli bukan pekerjaan ringan. Vincenzo Italiano sukses meracik tim yang kolektif dan berkarakter.
Dalam sejarah Coppa Italia, Milan lebih sering menang atas Bologna. Dari 14 pertemuan sebelumnya, Rossoneri unggul dengan enam kemenangan.
Namun, Bologna sempat membuat kejutan dengan memutus rekor 17 laga tanpa menang atas Milan di Serie A musim ini. Kekalahan di San Siro akhir pekan lalu pun menjadi pemicu semangat balas dendam. Meski begitu, tren Bologna sedang menurun. Tiga laga terakhir tanpa kemenangan.
Milan akan tampil dengan kekuatan hampir penuh. Youssouf Fofana sudah kembali dari cedera, dan Leao bisa bermain setelah menjalani skorsing. Bek Fikayo Tomori juga kemungkinan besar siap, meski sempat mengalami gangguan fisik. Pelatih Sergio Conceicao kini dihadapkan pada pilihan di lini depan: Gimenez, Tammy Abraham, atau Luka Jovic.
Baca juga : Pertama Kali Lihat Ka'bah, Jemaah Sujud Syukur, Mimpinya Jadi Kenyataan
Di kubu Bologna, Thijs Dallinga diprediksi jadi starter menggantikan Santiago Castro. Secara umum, Rossoblu berada dalam kondisi siap tanding. Baik Milan maupun Bologna punya catatan impresif saat tertinggal. Milan mengumpulkan 22 poin dari posisi ketinggalan, Bologna mencatatkan 18 poin.
Fakta ini bisa jadi penanda bahwa final akan berlangsung ketat dan tak mudah diprediksi. Perpanjangan waktu atau adu penalti bukan kemungkinan yang mustahil.
Meski demikian, Milan sedikit lebih diunggulkan berkat momentum dan kedalaman skuad. Setelah lebih dari 20 tahun, Coppa Italia bisa kembali ke lemari trofi mereka. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya