Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dorong Kedaulatan Energi Nasional
Pertamina Dan FSPPB Teken PKB IX Dan Komitmen Hubungan Industrial Pancasila
Selasa, 20 Mei 2025 12:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan manajemen PT Pertamina (Persero) resmi meneken Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IX untuk periode 2025–2027, di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (19/5/2025). Penandatanganan ini dibarengi juga dengan Komitmen Hubungan Industrial Pancasila.
Acara ini dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Komut Pertamina Mochamad Iriawan, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Direktur SDM Pertamina M. Erry Sugiharto, Presiden FSPPB Arie Gumilar, serta perwakilan 25 Serikat Pekerja dari seluruh Indonesia.
Tema yang diusung adalah “PKB sebagai Pilar Penguatan SDM untuk Kedaulatan Energi Nasional”. Tema ini penegasan bahwa pekerja bukan sekadar pelaksana teknis, tapi juga mitra strategis negara dalam urusan energi.
Presiden FSPPB Arie Gumilar menyebut, penandatanganan ini jadi bukti hubungan industrial di tubuh Pertamina sudah harmonis dan dinamis. Arie berharap, PKB bisa jadi pemersatu di tengah struktur holding-subholding Pertamina, bahkan membuka jalan untuk integrasi ulang seluruh unit di bawah kendali langsung Presiden.
Baca juga : Dorong Kemandirian Energi Nasional, PHE Pacu Produksi Gas di Indonesia Timur
“Kami masih berjuang agar Pertamina bisa kembali menjadi soko guru perekonomian dan kemandirian energi nasional,” ujar Arie.
Lebih dari sekadar dokumen normatif, PKB IX juga memuat pasal-pasal strategis, seperti pasal 7 ayat 7, yang membuka ruang bagi FSPPB memberi masukan strategis ke perusahaan. “Kami bukan cuma menuntut hak, tapi juga siap menyumbang ide dan energi demi keberlangsungan bisnis dan kepentingan bangsa,” tandas Arie.
Ia juga membeberkan panjangnya proses menuju PKB IX, mulai dari verifikasi serikat pekerja, pra-perundingan, sampai melewati berbagai dinamika meja perundingan. “Tidak semuanya mulus, tapi berkat semangat musyawarah dan kekeluargaan, semua bisa rampung,” katanya.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberi apresiasi tinggi. Ia menyebut, keberhasilan menelurkan PKB IX dan Komitmen Hubungan Industrial Pancasila sebagai contoh nyata hubungan industrial ideal. "Saya harap ini bisa jadi role model. Dialog dan musyawarah yang dibangun harus jadi kunci majunya perusahaan,” ucap Menaker.
Baca juga : Di Forum PUIC, Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia Bela Palestina
Sementara Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menggarisbawahi, PKB bukan hanya formalitas, tapi cerminan semangat kolaborasi yang sehat antara pekerja dan manajemen. "Tanpa pekerja, Pertamina bukan apa-apa. Peran mereka itu jantung operasional,” ujarnya.
Simon menambahkan, PKB juga memastikan hak dan kewajiban pekerja berjalan seimbang, agar Pertamina tetap berkelanjutan, adil, dan kompetitif. “Selamat untuk kita semua. Mari jaga kekompakan dan semangat kolaborasi ini,” ucapnya.
Simon menambahkan, peran pekerja adalah jantung dan pusat dari operasional yang berlangsung di perusahaan. "Perusahaan tidak bisa berhasil dan sukses tanpa kehadiran dan kontribusi para pekerja. Kami juga sangat menyambut baik atas segala usulan, gagasan, ataupun inisiatif-inisiatif yang dihasilkan atau yang muncul dari para pekerjaan, karena pekerja adalah pihak yang dari awal yang terus mengawal pertumbuhan yang terus mengawal peran serta kontribusi penting Pertamina bagi bangsa ini," tuturnya.
Ia menambahkan PKB, juga harus memastikan keseimbangan hak dan kewajiban karena keberlanjutan perusahaan sejalan dengan kesejahteraan pekerja. PKB ini memastikan bahwa seluruh perwira Pertamina bekerja dalam lingkungan yang kondusif aman dan adil.
Baca juga : Luncurkan Green Movement, Pertamina NRE Teguhkan Komitmen Keberlanjutan
“Sekali lagi kami ucapkan selamat dan semoga sinergitas, kekompakan, dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini akan terus dipertahankan dan tingkatkan di masa-masa yang akan datang”, harap Simon.
Sebagai penutup, FSPPB juga menyisipkan aksi sosial. Dua panti asuhan, Yayasan Yaumsi Kemayoran dan Nurul Iman, masing-masing mendapat santunan Rp10 juta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya