Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamen ESDM Tegaskan Komitmen Transisi Energi Bersih RI di Forum BRICS
Selasa, 20 Mei 2025 16:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mewakili Indonesia dalam Energy Ministerial Meeting negara-negara BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) yang digelar di Brasilia, Brazil, Senin (19/5).
Dalam forum tersebut, Yuliot menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong transisi energi yang bersih, adil, berkelanjutan, dan inklusif.
“Transisi energi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan one-size-fits-all. Setiap negara memiliki kondisi nasional, prioritas pembangunan, dan tingkat kesiapan teknologi yang berbeda,” ujar Yuliot.
Dia menekankan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan akses energi merata, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga : Ultah ke-45, Medco Buktikan SDM Jadi Jurus Sakti Transisi Energi
Untuk itu, pemerintah memprioritaskan pengembangan energi terbarukan yang inklusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Dalam paparannya, Yuliot menjelaskan sejumlah kebijakan strategis Indonesia, antara lain penerapan mandatori B40 campuran biodiesel 40 persen dalam solar.
Dan pengembangan energi bersih untuk keperluan memasak berbasis bioenergi.
Indonesia juga tengah mengembangkan roadmap hilirisasi mineral senilai 618 miliar dolar AS, memanfaatkan kekayaan sumber daya seperti nikel, timah, bauksit, dan tembaga.
Baca juga : PTPN I Tegaskan Komitmen Bangun Ijen Bareng Rakyat
“Pemilik sumber daya alam adalah negara. Oleh karena itu, Indonesia berhak mengatur dan mengelola rantai pasok mineral kritis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan kedaulatan energi,” tegasnya.
Yuliot juga menyoroti pengembangan sektor migas yang ditargetkan mencapai produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas per hari pada 2030.
Pemerintah juga menjajaki pengembangan energi nuklir sebagai baseload rendah karbon dengan reaktor pertama ditargetkan beroperasi pada 2032, dan kapasitas terpasang mencapai 36 GW pada 2060.
“Indonesia bangga menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan panas bumi di dunia, dengan 19 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), kapasitas terpasang 2,68 GW, dan target 6,2 GW pada 2030,” ujar Yuliot menutup pernyataannya.
Baca juga : PGE Dukung Rangers App, Inovasi Digital Desa Berbasis Energi Bersih
Kehadiran Indonesia di forum BRICS menegaskan posisi strategis dalam mewarnai diskursus global terkait transisi energi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya