Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Demi Pembangunan Keberlanjutan, Pelaku Industri Nikel Didorong Transparan
Selasa, 20 Mei 2025 21:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Telapak Indonesia terus berupaya mendorong transparansi dari perusahaan tambang di Indonesia.
Menurut Peneliti LSM Lingkungan tersebut, Djufryhard, keterbukaan menjadi kunci dari pembangunan keberlanjutan industri tambang di Indonesia. Khususnya, program hilirisasi yang sedang terus digaungkan.
"Kita berharap perusahaan tambang akan membuka diri untuk kita lakukan analisis, kita melihat bagaimana kepatuhan bekerja sesuai dengan aturan atau regulasi yang dibuat pemerintah dan beberapa prinsip internasional," kata Djufryhard saat jumpa pers, di Jakarta Selatan, Senin (19/5/2025).
Djufryhard mencontohkan, satu perusahaan tambang yang dinilai memiliki keterbukaan informasi yang sudah baik adalah Trimegah Bangun Persada (TBP), salah satu perusahaan yang berada dalam grup Harita.
Berdasarkan penelusuran Telapak, lanjut Djufry, TBP kerap memberikan laporan dari aktivitas tambang yang dilakukannya Maluku Utara melalui situs resminya.
Baca juga : Tangkal Kampanye Negatif, Industri Nikel Sepakat Bentuk Standar Global
"Dari aspek keterbukaan sebenarnya, dokumen ini kan sebenarnya bisa diakses publik di website mereka, itu kami sudah menjadi indikator bahwa perusahaan ini mengarah ke keterbukaan," jelas dia.
Djufryhard mencontohkan, bahkan dokumen pendukung lain seperti dokumen rencana keberlanjutan sampai perubahan iklim, ternyata juga mereka publikasi secara terbuka.
Hal itu menunjukkan indikator perusahaan tersebut mendukung adanya keterbukaan.
Pada website, mereka juga menyediakan kolom keluhan dan tindakan penanganan yang juga menjadi indikator baik.
TBP juga berada pada posisi atau mendapat peredikat taat dari aspek rencana kelola lingkuan dan rencana pemantauan lingkungan dari Dinas Lingkuan Hidup di Maluku Utara.
Baca juga : RI Gabung BRICS, Menperin Beberkan Dampak Positifnya Buat Industri Manufaktur
"Ini menjadi ukuran bahwa perusahaan ini dalam persoalan pemantauan lingkungan dia memiliki indikator yang baik," ungkap Djufryhard.
Meski bisa dikatakan cukup baik, namun sebagai peneliti, Djufryhard wajib memastikan yang bersangkutan bisa dikunjungi atau dilakukan ground check untuk memastikan laporan yang ditampilkan di situs resminya bersifat valid.
"Jadi perlu melihat, kalau di telapak kita namakan berbasis bukti apakah yang ditulis dalam dokumen itu berbasis bukti yang berada di lapangan," imbuh dia.
Djufryhard berharap, apa yang disampaikan bisa sesuai dengan yang dilaporkan dalam situs.
"Jadi ada bukti jelas bahwa yang mereka lakukan itu positif dan itu yang menjadi penting, itu dari aspek ketika kita melihat laporan," beber dia.
Baca juga : Tangani Penurunan PMI Manufaktur, Pemerintah-Industri Harus Bergerak Cepat Tepat
Djufryhard mengingatkan, Indonesia adalah salah satu negara produsen nikel terbesar di dunia. Maka pemantauan dari pihak ketiga terhadap kerja-kerja perusahaan nikel menjadi penting. Tidak hanya TBP, Telapak mendorong semua yang bergerak di industri tambang melakukan hal serupa.
"Apakah mereka juga menyiapkan laporan keberlanjutan? Apakah mereka juga mau membuka diri untuk kita lakukan kunjungan Untuk melihat fakta di lapangan? Salah satu indikator yang mau kita lihat juga adalah bagaimana perusahaan atau pihak industri pertambangan memastikan bahwa mereka mematuhi aspek hak asasi manusia (HAM) dalam lingkup internal dengan pekerjanya, pada masyarakat sekitar lingkar pertama, sebab itu penting untuk kita namakan itu bagaimana mengukur bisnis dan HAM itu berjalan seiring," harap Djufryhard.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya