Dark/Light Mode

Di Ajang IPA Convex 2025

KPI dan PHE ONWJ Teken PJBG Jangka Panjang untuk Pasok Gas ke Kilang Balongan

Rabu, 21 Mei 2025 13:27 WIB
Foto: KPI
Foto: KPI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dalam rangkaian Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2025 di ICE BSD City.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya sinergi antar subholding Pertamina, sekaligus menjamin ketersediaan gas jangka panjang untuk Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman menegaskan, PJBG ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarsubholding yang memberikan manfaat langsung pada operasional dan keberlanjutan energi nasional.

“Dengan adanya perjanjian ini, ketersediaan pasokan gas jangka panjang untuk Kilang Balongan akan terjamin. Diharapkan peningkatan pasokan gas dari ladang OO-OC-OX di Wilayah Kerja ONWJ dapat beroperasi tepat waktu pada awal tahun 2026,” ujarnya.

Baca juga : Dukung Dapur MBG dan Mudik Lebaran, PGN Gagas Pastikan Pasokan Gas Bumi Aman

Berdasarkan kesepakatan, KPI akan memperoleh pasokan gas sebesar 23 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD).

Volume ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan kilang dan menjamin pasokan bahan bakar minyak untuk kebutuhan dalam negeri.

Tak hanya untuk Balongan, KPI juga menandatangani amandemen PJBG dengan EMP Bentu Limited yang mencakup perpanjangan pasokan gas ke Kilang Dumai hingga 2028.

Selain memperpanjang periode kontrak, amandemen ini juga mengatur optimalisasi pengambilan Gas Make-Up.

Baca juga : Dukung Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang, LPKR Gelar Operasional Daur Ulang Limbah

“EMP Bentu Limited merupakan mitra strategis kami. Dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta SKK Migas, kemitraan ini dapat memastikan keberlanjutan pasokan gas untuk Kilang Dumai,” kata Taufik.

Lebih dari sekadar kontrak bisnis, menurut Taufik, kedua perjanjian ini juga merefleksikan komitmen KPI dalam mendukung pengurangan emisi dan transisi menuju energi bersih.

“Penggunaan gas sebagai bahan bakar di kilang akan meningkatkan efisiensi dan menghasilkan emisi yang lebih rendah, mendukung target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 atau lebih cepat,” jelasnya.

Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 7 (energi bersih dan terjangkau) dan 13 (penanganan perubahan iklim).

Baca juga : Fadel Muhammad Serukan Pentingnya Rencana Jangka Panjang untuk Banjir Gorontalo

Ajang IPA Convex 2025 berlangsung pada 21–24 Mei 2025, menjadi ruang pertemuan penting antara pelaku industri migas, pemerintah, investor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sektor energi nasional.

Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), KPI menjalankan bisnis pengolahan minyak dan petrokimia berbasis prinsip ESG (Environment, Social & Governance).

Perusahaan juga telah menjadi anggota United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada penerapan Ten Principles dalam praktik bisnisnya.

KPI menegaskan tekadnya untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan kilang kelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial, dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.