Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BIAPONG, Inovasi PGE Lahendong Dorong Peternakan Babi Berbasis Energi Terbarukan
Senin, 26 Mei 2025 18:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lahendong terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Bapiara Babi Peternak Geothermal Lahendong (BIAPONG).
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Esa Waya di Desa Sendangan, Tomohon, Sulawesi Utara, yang telah berjalan sejak 2021.
BIAPONG bertujuan memberdayakan peternak babi lokal dengan pendekatan berbasis energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.
General Manager PGE Area LahendongbNovi Purwono menyatakan, program ini menjadi bukti nyata sinergi antara inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
“Program ini kami harapkan tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga model replikasi pengembangan peternakan berkelanjutan di berbagai daerah lainnya,” ujar Novi, Senin (26/5).
Baca juga : Potensi Energi Terbarukan Menuju Target Kemandirian
Terletak di wilayah terpencil yang sulit dijangkau listrik konvensional, peternakan BIAPONG mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan energi.
Listrik dari energi matahari ini dimanfaatkan untuk penerangan kandang, pengoperasian pompa air, hingga kamera pengawas (CCTV) tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus menghemat biaya operasional.
Krisis di sektor peternakan babi akibat wabah African Swine Fever (ASF) pada 2023 memperkuat peran strategis BIAPONG.
Wabah tersebut menyebabkan penurunan populasi babi di Sulawesi Utara dari sekitar 130.000 ekor menjadi hanya 60.000–70.000 ekor.
Akibatnya, harga daging babi melonjak hingga tiga kali lipat dan banyak peternak kehilangan mata pencaharian.
Baca juga : OJK Ajak Ibu-ibu PIISEI Dorong Literasi Keuangan Bagi Perempuan
Sebagai respons terhadap situasi tersebut, BIAPONG mengembangkan inovasi eco-atsiri, disinfektan alami berbasis eco-enzyme dan minyak atsiri sereh wangi.
Produk ini dihasilkan dari program pengelolaan sampah Bank Sampah “Setor Jo” dan dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan kandang serta menekan penyebaran virus tanpa bahan kimia sintetis.
Inovasi ini tidak hanya efektif secara fungsional, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi karena dapat digunakan maupun dipasarkan oleh para peternak.
Hingga saat ini, program BIAPONG telah menjangkau puluhan peternak babi dan 85 lansia peternak yang mengikuti pelatihan pembuatan disinfektan alami tersebut.
Lebih dari 1.200 peternak di wilayah Minahasa pun mendapat manfaat dari program ini, dengan keberhasilan menekan penyebaran virus ASF.
Baca juga : Gandeng Karawang, Pram Yakin Kebutuhan Beras Harian Warga Jakarta Tercukupi
Dan peningkatan pendapatan hingga Rp 60 juta per tahun berkat efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas.
Data Badan Pusat Statistik tahun 2024 mencatat Sulawesi Utara sebagai produsen daging babi tertinggi kedua di Indonesia dengan rata-rata produksi 27.402 ton per tahun.
Dengan tingginya konsumsi daging babi yang memiliki nilai sosial dan budaya penting di Minahasa, keberlanjutan sektor ini menjadi bagian krusial dalam ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Melalui program BIAPONG, PGE Area Lahendong berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas lokal, dan kelompok peternak untuk memperkuat ketahanan ekonomi serta mewujudkan ekosistem peternakan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya