Dark/Light Mode

Airlangga Cs Negosiasi Langsung Ke AS

Indonesia Dorong Prinsip Dagang Adil & Seimbang

Senin, 21 April 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia terus mendorong upaya negosiasi terkait kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) melalui berbagai pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait di negara tersebut

Delegasi Indonesia yang di­pimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kembali melanjutkan diplomasi perdagang­an dengan bertemu United States Secretary of Commerce atau Menteri Perdagangan AS Howard Howard Lutnick di Washington DC, AS, Kamis (17/4/2025).

Turut mendampingi Airlangga dalam pertemuan tersebut, antara lain Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

Airlangga menjelaskan, Department of Commerce (DoC) merupakan kementerian di AS yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi dan urusan perdagangan. Termasuk peningkatan ekspor, dukungan terhadap daya saing industri AS di pasar global dan promosi perdagangan yang adil dan seimbang.

Baca juga : 7 Ribu Truk Per Hari Padati Tanjung Priok

“Dalam konteks kebijakan tarif, DoC berperan merumuskan kebijakan makro. Sedangkan pelaksanaan teknis negosiasi tarif menjadi tanggung jawab United States Trade Representative (USTR),” ujar Airlangga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Minggu (20/4/2025).

Sebelum pertemuan ini, Airlangga telah melakukan pertemuan daring melalui Zoom Meeting de­ngan Howard Lutnick. Karena itu, pertemuan kali ini berlangsung dalam suasana akrab dan berjalan selama lebih dari 1,5 jam.

“Ini peluang yang sangat baik bagi Indonesia. Pada minggu-minggu awal pemberlakuan penundaan tarif resiprokal, Indonesia sudah dapat diterima langsung oleh otoritas di AS,” ungkap Airlangga.

Dia juga menyampaikan, sebelum Indonesia, beberapa negara seperti Jepang dan Argentina telah mengajukan negosiasi serupa. Namun, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang langsung diterima oleh Pemerintah AS.

Baca juga : Parma Vs Juventus, Kemenangan Harga Mati

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk melakukan negosiasi. Sekaligus menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip perdagangan yang adil dan berimbang.

Sebagai bentuk konkret, Indonesia menawarkan peningkatan pembelian dan impor dari AS guna mengurangi defisit perdagangan yang menjadi perhatian Pemerintah AS. Di antaranya, impor produk energi seperti mi­nyak mentah (crude oil), gas petroleum cair (liquefied petroleum gas) dan bensin (gasoline). Selain itu, produk pertanian seperti kedelai (soybeans), bungkil kedelai (soybean meal) dan gandum (wheat), yang sangat dibutuhkan dan tidak diproduksi di dalam negeri.

Airlangga juga menekankan komitmen Indonesia dalam kerja sama pengembangan mineral kritis (critical minerals), membuka peluang investasi dari AS. Serta menyelesaikan hambatan non-tarif atau Non-Tariff Barriers (NTB) yang menjadi perhatian pelaku usaha Negeri Paman Sam di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Howard Lutnick menyambut baik komitmen dan tawaran konkret dari Indonesia.

Baca juga : Jelang Piala Sudirman 2025, Cipayung Gelar Simulasi

Dia menilai, pendekatan Indonesia sangat jelas dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Berbeda dengan beberapa negara lain yang proposalnya belum diterima oleh pihak AS.

Lutnick juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelesaian negosiasi dalam 60 hari ke depan. Dia mendo­rong segera disusun jadwal pembahasan teknis secara rinci bersama tim dari DoC dan USTR.

“Kami mengapresiasi langkah konkret Indonesia mengupayakan negosiasi tarif. Ke depan, Amerika Serikat dan Indonesia akan terus memperkuat hubungan perdagang­an yang saling menguntungkan,” ujar Lutnick. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.