Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi Dengan TPIP & TPID Kendalikan Inflasi Di Balinusra
BI Jaga Harga Pangan & Akselerasi Program MBG
Selasa, 3 Juni 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Jaga Rantai Pasok Pangan
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Grup Perumusan dan Implementasi KEKDA Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Perwakilan (Kpw) BI Bali Butet Linda H Panjaitan memaparkan, inflasi wilayah Balinusra pada periode April 2025 tercatat 2,06 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara inflasi di Bali sebesar 1,74 persen year to date (ytd), sebesar 0,73 persen secara month to month (mtm), dan sebesar 2,3 persen secara yoy.
“Artinya masih dalam koridor yang aman dalam target Pemerintah di level 2,5 + 1 persen,” sebutnya.
Butet mengatakan, peningkatan produktivitas menjadi fokus utama dalam pertemuan GNPIP Wilayah Balinusra 2025. Yakni, bagaimana meningkatkan produktivitas, terutama melalui kerja sama antar daerah.
Baca juga : 780 Ribu Rumah Tangga Belum Dapat Akses Listrik
Langkah konkret, sambung Butet, inisiatif dilakukan BI menjalin kerja sama dengan Kelompok Tani Ternak (KTT) Mekar Nadi Sari, melalui optimalisasi dan pengembangan komoditas cabai. Dijelaskannya, cabai menjadi fokus karena cabai salah satu komoditas pangan yang berkontribusi signifikan terhadap inflasi.
Butet menjelaskan, peningkatan produktivitas cabai melalui pengembangan bibit unggul menjadi langkah strategis. Namun, tantangan dalam adaptasi bibit cabai ke daerah baru juga menjadi perhatian, mengingat kualitas bibit yang harus dipertahankan.
“Upaya untuk mandiri dalam aktivitas pertanian, terutama terkait dengan cabai, menjadi prioritas,” tegasnya.
Capaian inflasi di Balinusra selama tahun 2024-2025 berbagai jenis cabai itu menjadi top komoditas pangan dengan bobot inflasi tertinggi.
“Ada 10 komoditas inflasi tertinggi. Mulai dari beras, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, daging babi, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tempe, tahu mentah dan bawang putih,” rincinya.
Baca juga : Permudah Warga Cari Hunian Dan Bebas Pungli
Inisiatif seperti bantuan Rumah Semai oleh BI kepada KTT Mekar Nadi Sari, menunjukkan komitmen untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Langkah itu, sambung Butet, sejalan dalam dukungan program MBG dalam penyediaan kebutuhan makanan empat sehat lima sempurna.
“Harapan kami, pada saat penyediaan menu makanan MBG, bisa salah satunya disiasati dengan mengikuti pola musiman di Bali,” jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Mekar Nadi Sari, I Nyoman Sudiyasa (41) mengungkapkan, dahulu, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali menjadi desa pemasok terbesar komoditas cabai dan beras. Dengan dukungan BI, pihaknya ingin kembali menghidupkan potensi tersebut.
“Melalui berbagai inisiatif dan bantuan yang diberikan BI, saat ini kami mampu 40 kilogram cabai. Dan pendapatan juga meningkat hingga 20 persen,” kata Nyoman.
Baca juga : Stephanie Poetri, Nikah Dengan Aspri, Pakai Dress Simpel
Ada beberapa inovasi yang telah diterapkan bersama BI, meliputi smart farming fertigasi berbasis loT (Internet of Things) untuk meningkatkan efektivitas budidaya cabai rawit pada lahan seluas 10 are.
BI juga memberikan teknologi pengendalian iklim (2024) dan Rumah Semai (2025).
“Smart farming bertujuan melakukan pengendalian iklim pada rumah semai, guna mengoptimalkan pembibitan yang unggul dan mandiri,” jelasnya.
Selanjutnya, dari sisi hilirisasi, mereka memproduksi cabai rawit menjadi sambal, dengan merek dagang Sambal Bangah dan bubuk cabai.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya