Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI dan Keraton Yogyakarta Latih Warga Rawat 175 Ribu Pohon Multifungsi
Rabu, 4 Juni 2025 05:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bekerja sama dengan Keraton Yogyakarta menggelar pelatihan perawatan dan monitoring pohon multifungsi di Desa Berdaya Energi Gunung Kidul, yang meliputi Kalurahan Gombang dan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program penguatan ekonomi hijau yang telah berlangsung sejak 2023.
Sebanyak 175 ribu pohon multifungsi, termasuk Indigofera, telah ditanam di atas lahan Sultan Ground dan tanah kas desa oleh dua gabungan kelompok tani, yaitu Tani Mulya (Gombang) dan Asem Mulya (Karangasem).
Tanaman Indigofera dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan bakar biomassa, dan pewarna alami batik.
Program ini diikuti oleh 50 peserta dan bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi sirkular bagi warga.
Baca juga : Lampaui Target, Serapan Gabah Kering Bulog Karawang Lebih dari 95 Ribu Ton
Ketua Bebadan Pangresa Loka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, menyatakan bahwa pemanfaatan tanah milik Keraton untuk pertanian berkelanjutan merupakan komitmen sejak awal.
“Arahan Ngarso Dalem jelas. Tanah ini harus bermanfaat secara ekologis dan ekonomis. Bahkan diarahkan ke agro eduwisata,” katanya.
KRT Surya Satriyanto dari Kawedanan Panitikisma menekankan pentingnya tata kelola administratif.
“Setiap Kalurahan harus memiliki dokumen legal dan perizinan formal dalam pemanfaatan tanah,” ujarnya.
Kepala Jawatan Projo Kapanewon Ponjong, Suyatno, mengapresiasi program ini karena sesuai dengan kebutuhan lokal.
Baca juga : Menhub Dudy Temui Gubernur Yogyakarta Bahas Penanganan Arus Balik
“Mayoritas warga Ponjong adalah peternak. Indigofera bisa tumbuh di lahan kritis dan musim kemarau,” tuturnya.
Vice President Transisi Energi dan Perubahan Iklim PLN Anindita Satria Surya mengatakan hasil program terlihat nyata.
“Dulu warga sampai menjual sapi demi pakan. Sekarang mulai bisa swasembada pakan,” ungkapnya.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyatakan, program ini bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Biomassa bukan sekadar cofiring, tapi membuka rantai nilai baru di desa,” katanya.
Baca juga : Jadi Gerbang Wisata, Stasiun Yogyakarta Layani Puluhan Ribu Pemudik
Pelatihan ini meliputi teori dan praktik lapangan, termasuk pemupukan, pemangkasan. Dan monitoring pertumbuhan pohon dengan pendampingan tenaga ahli.
Program ini, lanjut dia, juga menjadi salah satu contoh integrasi nyata antara sektor energi, konservasi lingkungan, dan penguatan ekonomi desa.
"Dengan pendekatan kolaboratif, PLN EPI berharap model ini dapat direplikasi di wilayah lain. Terutama di daerah dengan potensi lahan non produksi produksi," ujar Mamit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya