Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stimulus Rp 24,44 T Disambut Positif Pengusaha
Agar Ekonomi Kembali Kuat Perhatikan Kelas Menengah
Senin, 9 Juni 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku usaha menyambut baik langkah Pemerintah mengeluarkan kebijakan dan stimulus ekonomi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Langkah itu diyakini bakal kembali menguatkan pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Carmelita Hartoto mengatakan, Pemerintah tengah bekerja keras menjaga daya beli masyarakat melalui sejumlah kebijakan. Seperti memberikan diskon transportasi, tarif tol, bantuan sosial (bansos) dan bantuan pangan (bapang).
“Harapannya, dengan daya beli yang terjaga, roda ekonomi bisa terus berputar dan bisnis ikut tumbuh,” ujar Carmelita dalam keterangannya, Minggu (8/6/2025).
Namun, dia memperkirakan kebijakan tersebut belum akan langsung berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi kuartal II. Menurutnya, diperlukan langkah tambahan yang lebih strategis untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi.
Baca juga : Sektor Jasa Keuangan RI Kecipratan Dampak Positif
“Ini menunjukkan komitmen Pemerintah. Tinggal bagaimana kebijakan berikutnya bisa lebih mendorong daya beli masyarakat dan iklim usaha yang kondusif,” imbuhnya.
Carmelita juga menyoroti proyeksi tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sulit menembus angka 5 persen. Prediksi itu, menurutnya, dampak dinamika ekonomi global yang makin tidak pasti. Meski demikian, ia mengajak semua pelaku usaha tetap harus optimistis.
Senada, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani juga menyambut baik stimulus ekonomi senilai Rp 24,44 triliun yang diluncurkan Pemerintah.
Dia menilai, stimulus ini penting untuk menjaga konsumsi domestik, terutama melalui bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif transportasi.
Baca juga : Orangtua Tidak Sekolahkan Anak Kudu Diganjar Sanksi
“Kenaikan subsidi upah menjadi Rp 300 ribu per bulan untuk dua bulan adalah langkah yang positif, walau efektivitasnya harus dihitung dalam pelaksanaan,” ujar Shinta.
Menurutnya, keberhasilan stimulus sangat ditentukan oleh ketepatan waktu dan koordinasi dalam eksekusinya.
Selain itu, ia mengingatkan, agar Pemerintah juga memberi perhatian pada kelompok kelas menengah yang kontribusinya besar terhadap konsumsi nasional.
“Dalam lima tahun terakhir, jumlah kelas menengah menurun sekitar 9,5 juta orang. Ini perlu menjadi perhatian,” katanya.
Baca juga : Luna Maya, Jarang Serumah Dengan Maxime
Shinta juga menekankan pentingnya insentif langsung bagi pelaku usaha, khususnya sektor padat karya. Ia mendorong perluasan insentif fiskal, kemudahan perizinan, serta akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
“Diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sudah baik. Tapi masih perlu kebijakan lain yang bisa langsung membantu industri padat karya,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya