Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perundingan RI-EU CEPA Hampir Rampung
80 Persen Ekspor Bakal Bebas Tarif
Minggu, 8 Juni 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/ CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (EU) resmi memasuki tahap akhir. Setelah negosiasi panjang selama sembilan tahun dan 19 putaran perundingan, kedua pihak akhirnya menyepakati sejumlah isu strategis. Salah satunya pembebasan tarif untuk produk ekspor Indonesia ke pasar Eropa. Kesepakatan ini diproyeksikan mulai berlaku dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Kabar baik itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers dari Brussels, Belgia, Sabtu (7/6/2025) malam waktu Indonesia. Konferensi pers tersebut disiarkan secara virtual.
“Perundingan sudah memasuki tahap final. Seluruh ganjalan telah diselesaikan dan kami akan segera melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujar Airlangga.
Baca juga : SOKSI Siap Menangkan Golkar Di Pemilu 2029
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, Indonesia dan Uni Eropa memiliki karakter komoditas yang komplementer, bukan saling bersaing secara langsung. Hal ini memperkuat potensi integrasi rantai pasok global.
Dengan populasi Uni Eropa mencapai 450 juta jiwa dan Produk Nasional Bruto (PNB) sebesar 19,5 triliun dolar AS, serta Indonesia dengan 280 juta jiwa dan ekonomi sebesar 1,4 triliun dolar AS, pasar gabungan ini dinilai sangat menjanjikan.
“Uni Eropa mitra dagang kelima terbesar Indonesia. Nilai perdagangan tahun lalu mencapai 30,1 miliar dolar AS dengan surplus bagi Indonesia sekitar 4,5 miliar,” terangnya.
Baca juga : Kencangkan Screening Dan Tingkatkan Testing Covid
Perihal pembebasan tarif, Airlangga mengungkapkan, Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic telah menyelesaikan tinjauan akhir negosiasi dan menyepakati langkah strategis untuk merampungkan isu teknis yang tertunda.
Jika nanti disepakati secara final, maka dalam 1 sampai 2 tahun mendatang, CEPA akan langsung berdampak pada liberalisasi tarif yang signifikan.
“Hampir 80 persen produk ekspor Indonesia tidak lagi dikenakan tarif masuk,” ungkapnya.
Baca juga : Timwas Ingin Pendamping Haji Mampu Berbahasa Arab
Kesepakatan ini mencakup sejumlah sektor prioritas Indonesia, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik serta industri padat karya. Dia menyebut industri padat karya yang dimaksud termasuk alas kaki, pakaian, hingga produk perikanan.
Sementara, untuk sektor minyak sawit dan hasil hutan, Airlangga mengungkapkan bahwa Uni Eropa memberikan perhatian khusus.
“Uni Eropa sudah sepakat memberikan perlakuan setara bagi produk perikanan kita, setara dengan Thailand dan Filipina,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya