Dark/Light Mode

Teleponan Satu Jam, Trump Dan Jinping Redakan Ketegangan

Minggu, 8 Juni 2025 08:05 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Foto: X/realDonaldTrump/XisMoments)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Foto: X/realDonaldTrump/XisMoments)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping teleponan selama satu jam lebih membahas kerja sama perdagangan antara kedua negara. Kedua kepala negara ini berusaha meredakan ketegangan akibat perang dagang.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyebut, pembicaraan dengan Jinping dilakukan pada Kamis (5/6/2025). Kata dia, pembicaraannya dengan Jinping berjalan positif.

Menurut Trump, salah satu yang dibahas adalah soal mineral tanah jarang (rare earth) China. Dia mengklaim, China akan kembali membuka ekspor tanah jarang ke AS.

“Ya, dia setuju,” ujar Trump singkat saat menjawab pertanyaan wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, dikutip dari Reuters, Jumat (6/6/2025).

Baca juga : Cegah Penumpukan, Jemaah Haji Lempar Jumrah Pada Dini Hari

Kata Trump, masing-masing tim dari kedua negara akan segera enggelar pertemuan untuk membahas hasil komunikasinya dengan Jinping. Trump telah menunjuk delegasinya, yaitu Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer.

Selain itu, Trump mengungkapkan, dirinya dan Ibu Negara diundang resmi dari Jinping untuk berkunjung ke China. Trump menyambut baik undangan Jinping itu.

Sementara, Jinping meminta, Trump mencabut kebijakan yang dinilai merusak tatanan ekonomi global. Sekretaris Jenderal Partai Komunis China itu juga meminta agar AS tidak mengambil langkah provokatif dalam isu Taiwan.

Kementerian Luar Negeri China menyebut, Trump yang menelepon Jinping. Ini merupakan sambungan telepon kedua tahun ini. Sebelumnya, Jinping sudah menghubungi Trump sebelum pelantikan pada Januari 2025.

Baca juga : SOKSI Siap Menangkan Golkar Di Pemilu 2029

Untuk diketahui, telepon ini menjadi kabar baik di tengah perang dagang antara AS dan China. Akibat perang tarif yang dikobarkan Trump membuat ekonomi global bergejolak.

Kedua negara pun sudah melakukan “gencatan senjata” selama 90 hari. AS pun berharap China tak menutup ekspor mineral tanah jarangnya karena sangat penting untuk membuat mobil listrik dan ponsel.

Analis dari City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada mengatakan, komunikasi langsung antara Trump dan Jinping memberikan harapan akan meredanya ketegangan ekonomi global meskipun bersifat sementara.

Namun, Razaqzada menekankan pentingnya tindak lanjut konkret komunikasi kedua kepala negara. “Sangat penting agar percakapan Trump-Jinping ini menghasilkan langkah nyata,” ujarnya, dikutip dari AFP.

Baca juga : Kencangkan Screening Dan Tingkatkan Testing Covid

Sebelumnya, hubungan AS dan China panas akibat perang tarif yang dilakukan oleh kedua negara. Jinping tidak mau menyerah dengan tekanan tarif yang dilakukan Trump. Jinping pun memberikan tarif tinggi juga untuk AS.

Trump pun sempat kesal dengan sikap melawan Jinping. Bahkan, Trump menggambarkan Jinping sebagai seseorang yang sangat tegas dan sangat sulit untuk diajak untuk membuat kesepakatan.

“Saya menyukai Presiden Jinping dari China, selalu suka, dan akan selalu suka. Tapi dia sangat tegas dan sangat sulit diajak membuat kesepakatan. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.