Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,07 persen ke level Rp 16.249 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.260 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,4 persen, yen Jepang naik 0,39 persen, dolar Taiwan menguat 0,37 persen, ringgit Malaysia menguat 0,17 persen, dolar Singapura naik 0,12 persen, yuan China menguat 0,05 persen dan peso Filipina naik 0,01 persen.
Baca juga : Harga Emas Naik Lagi, Jadi Rp 1.910.000 Per Gram
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,23 persen ke level 98,38. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,32 peren ke level Rp 22.067, dan terhadap dolar Australia melemah 0,28 persen ke level Rp 10.539.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah yang terjadi tidak terlepas dari sejumlah faktor dari dalam maupun luar negeri.
Baca juga : Rupiah Perkasa Ke Level Rp 16.271 Per Dolar AS
“Perkembangan tarif Trump di pengadilan banding menjadi perhatian pelaku pasar. Adapun, tarif Trump tetap berlaku dan berita itu mengimbangi optimisme bahwa AS dan China sudah mencapai progres dalam perundingan dagang,” jelasnya, Kamis (12/6/2025).
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp 16.175-Rp 16.300 sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya