Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Long Weekend, Rupiah Menguat Ke Rp 16.276 Per Dolar AS
Kamis, 5 Juni 2025 09:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jelang long weekend, nilai tukar rupiah pagi ini dibuk menguat 0,12 persen ke level Rp 16.276 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.295 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Won Korea naik 0,53 persen, dolar Taiwan menguat 0,35 persen, peso Filipina naik 0,31 persen, ringgit Malaysia menguat 0,16 persen, baht Thailand melesat 0,16 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.307 Per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,08 persen ke level 98,82. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,22 persen ke level Rp 18.605, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,11 persen ke level Rp 22.036, dan terhadap dolar Australia minus 0,15 persen ke level Rp 10.564.
Analis Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS sepanjang hari ini. Hal tersebut lantara data PMI sektor jasa AS bulan Mei versi ISM untuk bulan Mei menunjukkan kontraksi untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.
Baca juga : Harga Emas Melesat Ke Rp 1.940.000 Per Gram
"Dampak negatif kebijakan tarif Trump sudah terasa di sektor jasa yang biasanya lebih solid dibandingkan sektor manufaktur," katanya, Kamis (5/6/2025).
Menurutnya, kondisi ini memperkuat pandangan negatif pelaku pasar terhadap prospek ekonomi AS ke depan, dan dapat membuka peluang bagi ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
Baca juga : Rupiah Kembali Melemah Ke Rp 16.270
Ariston menyampaikan pada pekan ini, perhatian pasar juga tertuju pada data ketenagakerjaan AS, khususnya yang akan dirilis hari Jumat.
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah berpotensi menguat menuju ke level Rp 16.200 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 16.300 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya