Dark/Light Mode

AIGIS Goes to Campus

Kemenperin Ajak Kampus Jadi Pelopor Industri Hijau

Senin, 16 Juni 2025 15:11 WIB
Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha (kedua kanan) memberikan keterangan soal AIGIS Goes to Campus di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (16/6/2025). (Foto: Aditya Rakyat Merdeka)
Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha (kedua kanan) memberikan keterangan soal AIGIS Goes to Campus di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (16/6/2025). (Foto: Aditya Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan pentingnya peran strategis kampus dan mahasiswa dalam mewujudkan transformasi industri hijau yang berkelanjutan dan berdaya saing di Indonesia.

“Sebagai bagian dari Asta Cita, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu kuncinya adalah transformasi industri hijau yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi di Jakarta, Senin (16/6/2025).

Menurut Andi, kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi memiliki peran penting dalam mendorong perubahan menuju industri yang ramah lingkungan. Ia menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memulai langkah konkret sejak dini.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dalam aktivitas keseharian di lingkungan perguruan tinggi, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah elektronik, hingga penanganan limbah makanan di kantin kampus.

Baca juga : Kemenperin: Kolaborasi CT Advance–Tubacex Perkuat Hilirisasi Industri Baja

“Jika kita mampu menemukan solusi yang efektif di lingkungan kampus, maka kita bisa menjadikannya model bagi sektor industri secara lebih luas,” ujarnya.

Kemenperin terus mendorong pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan baku produksi dan memperluas sertifikasi industri hijau guna meningkatkan komitmen dunia usaha terhadap kelestarian lingkungan. Menurut Andi, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia pendidikan, merupakan kunci untuk mewujudkan perubahan yang nyata.

“Industri hijau bukan sekadar soal pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga tentang membangun ekonomi yang inklusif dan kompetitif. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama dalam kegiatan AIGIS Goes to Campus di Universitas Indonesia, Depok, Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha mengapresiasi upaya kampus tersebut dalam pengelolaan limbah yang cerdas dan berkelanjutan.

Baca juga : Kemenperin Perkuat Industri Alat Kesehatan Nasional

“Bayangkan jika setiap kampus di Indonesia menerapkan sistem serupa. Dampaknya akan luar biasa terhadap masa depan industri hijau nasional,” ujar Apit di hadapan ratusan mahasiswa UI, Senin, dengan mengangkat tema “Campus Waste Solution, Greener Industry-Wide Transformation”.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan perubahan melalui riset, inovasi, serta penerapan kebijakan kampus yang berorientasi lingkungan. “Kalian adalah generasi masa depan. Perubahan besar dimulai dari ide kecil di lingkungan akademik. Dari kampus, kita bisa memulai transformasi industri hijau,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Apit mengundang mahasiswa untuk mengikuti AIGIS Green Scientific Competition dan menghadiri acara puncak The 2nd AIGIS 2025 yang akan berlangsung pada 20–22 Agustus 2025.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Universitas Indonesia sebagai tuan rumah, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai sponsor utama, serta seluruh narasumber dan peserta. Mari jadikan kampus sebagai tempat lahirnya solusi. Masa depan industri hijau ada di tangan kita,” pungkasnya.

Baca juga : Dukung Sektor Maritim, Wamenperin: RI Siap Jadi Pusat Produksi Kapal

AIGIS Goes to Campus merupakan bagian dari The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (The 2nd AIGIS 2025), sebuah platform kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi menuju industri hijau.

Program ini akan hadir di empat kampus di Indonesia, yakni Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Politeknik STTT Bandung, dan Universitas Trisakti. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Youth Green Forum, diskusi eksklusif antara mahasiswa dan Menteri Perindustrian mengenai masa depan industri berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.