Dark/Light Mode

Mata Minus Bisa Direm, Ortho-K Solusi Untuk Anak Dan Remaja

Rabu, 18 Juni 2025 17:09 WIB
Dokter JEC Eye Hospitals and Clinics  Dr. Tri Rahayu. Foto: Istimewa
Dokter JEC Eye Hospitals and Clinics Dr. Tri Rahayu. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus rabun jauh (miopia) terus meningkat, terutama pada anak-anak dan remaja. Gaya hidup modern yang minim aktivitas luar ruang dan terlalu lama menatap layar jadi pemicunya. Data International Myopia Institute (IMI) 2023 mencatat, 30 persen penduduk dunia mengalami miopia pada 2020.

Angka itu diprediksi melonjak jadi 50 persen di tahun 2050. Bahkan, 1 dari 10 orang bisa mengalami miopia tinggi (lebih dari -6.00 dioptri) yang berisiko komplikasi serius seperti glaukoma, katarak dini, hingga kebutaan.

Di Indonesia, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, prevalensi disabilitas penglihatan mencapai 0,4 persen. Tapi, yang memakai kacamata baru 11,9 persen. Artinya, masih banyak anak yang belum terdeteksi gangguan penglihatannya.

Baca juga : Wapres Gibran Sowan Ke Gus Iqdam, Bahas Anak Muda Dan Bangsa

Pasca pandemi, gangguan refraksi pada anak SD di Jakarta melonjak jadi 40 persen. Ironisnya, hanya 4 persen anak yang sudah memakai kacamata sebelum diperiksa.

Situasi ini membuat JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan terapi Orthokeratology (Ortho-K), sebagai solusi efektif dan non-bedah.

"Miopia harus dikendalikan sejak awal. Jangan sampai jadi miopia tinggi. Ortho-K terbukti bisa memperlambat progresi minus," ujar Dr. Tri Rahayu dari JEC, di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Baca juga : BAF Lions Run 2025: Berlari Sambil Donasi untuk Anak-anak Pejuang Kanker

Terapi ini menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur. Di pagi hari, anak bisa melihat jelas tanpa kacamata. Teknologi terbaru dari Jepang bahkan bisa mengoreksi hingga minus -8.00 dan silinder -3.00.

Menurut Dr. Tri, dukungan orang tua sangat penting. Anak harus rutin pakai lensa dan kontrol ke dokter. JEC juga rutin mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kesehatan mata anak sejak dini.

"Penglihatan yang baik adalah modal masa depan anak. Dengan mata sehat, mereka bisa belajar, bermain, dan tumbuh optimal," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.