Dark/Light Mode

Shell Indonesia Dorong Produktivitas Berkelanjutan Dan Efisiensi Di Sektor Agrikultur

Jumat, 20 Juni 2025 20:41 WIB
Shell Indonesia menggrelar Shell ExpertConnect 2025 di Jakarta, Rabu (18/6/2025). (Foto: Dok. Shell Indonesia)
Shell Indonesia menggrelar Shell ExpertConnect 2025 di Jakarta, Rabu (18/6/2025). (Foto: Dok. Shell Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shell Indonesia berkomitmen untuk fokus melakukan efisiensi operasional, dan ketahanan sistem produksi menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan industri. Khususnya, di tengah proyeksi pertumbuhan dan tuntutan industri agrikultur yang terus meningkat.

Vice President Technical Lubricants Shell Indonesia Farista Andi Kusuma mengatakan, Shell Indonesia menghadirkan pendekatan terintegrasi yang mendorong pelaku industri, beralih dari sistem run to fail menuju praktik perawatan prediktif yang lebih proaktif.

“Sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan kesinambungan operasional dapat terjaga dengan optimal,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (20/6/2025).

Farista mengatakan, Shell Indonesia meyakini bahwa praktik perawatan operasional yang optimal adalah fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing industri, termasuk di sektor agrikultur.

Baca juga : Lewat Program Electrifying Marine, PLN Dorong Produktivitas Nelayan Pesisir Di Muara Angke

“Kami menghadirkan solusi terintegrasi, bukan hanya produk pelumas, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan dan teknologi perawatan prediktif, untuk membantu mitra industri mengidentifikasi dan memaksimalkan efisiensi di seluruh mata rantai produksi, dari hulu ke hilir,” ucapnya.

Untuk itu, Shell Indonesia menggelar Shell ExpertConnect 2025, menegaskan peran Shell Indonesia sebagai mitra strategis dalam membangun berbagai sektor industri yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Shell ExpertConnect hadir sebagai platform diskusi strategis, untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor agrikultur melalui praktik perawatan operasional yang efisien dan berkelanjutan.

Mengusung tema Unstoppable Agriculture: Peak Productivity and Operations Efficiency, Shell ExpertConnect 2025 di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga : Gelar Rakor, Kemko Polkam Bahas Pelindungan Data & Transaksi Elektronik Daerah

Mempertemukan lebih dari 150 profesional dengan latar belakang pelaku industri, pembuat kebijakan, perwakilan asosiasi, serta pemangku kepentingan dari industri kelapa sawit.

Dalam forum diskusi strategis ini, para pembicara membahas peluang peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi perawatan modern dan pemilihan pelumas yang tepat.

Forum ini juga menyoroti pentingnya pendekatan biaya kepemilikan total (total cost ownership/TCO) dalam pengambilan keputusan operasional dengan mempertimbangkan efisiensi bahan bakar, interval perawatan, dan usia pakai aset secara menyeluruh.

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto menjelaskan, strategi nasional untuk mendorong peningkatan produktivitas perkebunan dan penguatan hilirisasi industri sawit.

Baca juga : BNI Jaga Profitabilitas Lewat Strategi Efisiensi Dan Penguatan Dana Murah

“Peningkatan produktivitas menjadi langkah krusial untuk mengantisipasi kenaikan permintaan dan memastikan keberlanjutan pasokan,” tuturnya.

Kementan terus berkomitmen meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor kelapa sawit melalui mekanisasi, intensifikasi, dan kebijakan hilirisasi.

“Kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta seperti Shell Indonesia, akan mempercepat terwujudnya ekosistem agrikultur modern yang tangguh dan berdaya saing di tingkat global,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.