Dark/Light Mode

Qatar Bangun 1 Juta Rumah di Indonesia, Tahap Awal 50 Ribu Unit di Jakarta

Kamis, 26 Juni 2025 20:25 WIB
Peluncuran Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Perumahan oleh PT Al Qilaa International Indonesia, di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: Instagram Fahri Hamzah)
Peluncuran Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Perumahan oleh PT Al Qilaa International Indonesia, di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: Instagram Fahri Hamzah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Satgas Perumahan menjalin kerja sama strategis dengan Al Qilaa International Group, perusahaan pengembang asal Qatar, untuk merealisasikan proyek pembangunan 1 juta unit hunian vertikal di seluruh Indonesia. Langkah awal proyek ini ditandai dengan Peluncuran Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Perumahan oleh PT Al Qilaa International Indonesia, di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). Untuk fase pertama, pihak Qatar menyiapkan sekitar 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 40 triliun.

Acara ini dihadiri Kepala Satuan Tugas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo, Chairman PT Al Qilaa International Indonesia Sheikh Abdulaziz Al Thani, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Dirut PT Bank Tabungan Negara, Nixon L.P. Napitupulu, Dirut PT China Communications Construction Indonesia, Zhang Huaping, Dirut Risjadson Land, Stefan Mahir, Dirut DLS Consultancy Pte. Ltd. Eugene Seah.

Chairman PT Al Qilaa International Indonesia Sheikh Abdulaziz Al Thani mengatakan, pada tahap pertama akan ada 50 ribu unit apartemen yang dibangun. Kemudian, sisanya akan dibangun pada tahap kedua.

Baca juga : Geng Cinta dan Rumah Indofood Merayakan Kisah Romantis di Jakarta Fair 2025

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Indonesia berkat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Indonesia. Ini merupakan proyek pertamanya di Indonesia dan mereka juga menggandeng Indosat Ooredoo,” jelasnya.

Al Qilaa menyampaikan komitmen investasi awal sebesar 2,5 miliar dolar AS untuk membangun 50.000 unit pertama. Konsep yang ditawarkan tidak hanya fokus pada tempat tinggal, tetapi juga mencakup fasilitas penunjang seperti sekolah, area bermain, ruang bawah tanah, hingga sistem hunian cerdas (smart tower). Yang bertindak sebagai pengembang dalam proyek ini adalah konsorsium Risjadson Land dan PT China Communications Construction Indonesia.

Presiden Direktur PT China Communications Construction Engineering Indonesia (CCCEI) Zhang Huaping, yang mewakili China Communications Construction Company (CCCC) Group dalam melaksanakan bisnis di Indonesia, menegaskan, sebagai mitra konstruksi, CCCC menghadirkan keahlian global dan teknologi canggih untuk memastikan proyek ini diselesaikan tepat waktu dengan standar kualitas yang baik. "Kami senang dan siap mendukung visi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat melalui kolaborasi ini,” ucapnya.

Baca juga : Perkuat Pembangunan SDM, Pertamina Resmikan Fasilitas Baru Universitas Pertamina

CCCC, sebagai salah satu dari empat perusahaan penyedia jasa konstruksi dan infrastruktur terbesar di dunia, memiliki pengalaman dalam membangun ratusan proyek perumahan dan hunian di berbagai negara dengan standar internasional, termasuk di China, Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya. Di Indonesia, CCCC melalui anak perusahaannya telah beroperasi sejak 1996 dan menyelesaikan proyek senilai lebih dari 2 miliar dolar AS, seperti Jembatan Suramadu, LRT Palembang, dan serangkaian pelabuhan-pelabuhan dan jalan-jalan penting.

Yang lebih penting lagi, CCCC melalui CCCEI telah berinvestasi dalam proyek pengembangan jaringan Kereta Api Makassar–Pare-pare melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Sulawesi Selatan.

Chief Executive Officer (CEO) PT Risjadson Land Stefan Mahir mengatakan, kerja sama antara Qilaa, CCCEI, dan Risjadson Land merupakan perpaduan tiga pihak yang memiliki visi dan misi selaras. "Dengan memanfaatkan teknologi bangunan dan metode konstruksi modern, kami akan menerapkan standar dunia yang tepat guna membangun high rise buildings, dan juga rumah tapak untuk masyarakat Indonesia," ucapnya.

Baca juga : Prabowo Ingin Tambah Jumlah Anak Muda Indonesia Belajar di Rusia

Risjadson Land, yang didirikan pada 1992, bagian dari Risjadson Group, dan telah memainkan peran penting dalam sektor properti dan konstruksi Indonesia. Risjadson Land juga telah merambah pasar internasional di Malaysia, Australia, dan juga berpartisipasi di program affordable housing di Filipina dengan mengadopsi metode konstruksi modern (Modform - Sistem Berbasis Industri), memperkuat perannya dalam memenuhi kebutuhan perumahan rakyat secara global. 

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen nyata untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan Pemerintah Indonesia. Semua pihak yang terlibat bertekad memberikan kontribusi signifikan dalam menjawab kebutuhan perumahan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.