Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Alur Penumpang KRL Di Stasiun Tanah Abang Diubah, Berlaku 28 Juni
Kamis, 26 Juni 2025 21:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perjalanan kereta di Stasiun Tanah Abang akan mengalami perubahan pola layanan. Mulai Sabtu (28/6/2025) pukul 00.00 WIB. Switch Over (SO) atau perubahan dalam alur layanan penumpang akan dilakukan.
Hal ini terjadi karena Stasiun Tanah Abang baru pasca revitalisasi akan mulai beroperasi penuh. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono mengatakan, pengerjaan fisik Stasiun Tanah Abang baru telah mencapai 99,9 persen.
"Pada 29 Juni secara overall Stasiun Tanah Abang baru sudah bisa beroperasi," kata Ferdian di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2025).
Ferdian mengungkapkan, proyek ini menelan biaya sebesar Rp 338 miliar. Adapun pengerjaan dilakukan selama setahun lebih tepatnya 417 hari.
Baca juga : BCA Resmikan KCP Kas Tanjung Senang, Lampung
"Anggarannya meliputi pembangunan gedung stasiun, pengadaan wesel, termasuk pembangunan fasilitas operasi, persinyalan, telekomunikasi, kelistrikan," ungkapnya.
Dengan desain baru yang memperluas peron dan menambah 2 jalur kereta, kapasitas Stasiun Tanah Abang bakal melonjak dari 150 ribu menjadi 300 ribu penumpang per hari.
Penambahan kapasitas diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang yang selama ini jadi keluhan. Direktur Operasi dan Komersial KAI Commuter Broer Rizal menambahkan, beberapa perubahan yang diterapkan meliputi perpindahan akses masuk dan keluar penumpang dari bangunan lama ke bangunan baru di sisi selatan dan menghadap ke Jalan Jatibaru.
Dalam skema operasional yang baru, KRL dari arah Rangkasbitung dan Serpong akan masuk melalui Jalur 3 sebagai jalur kedatangan, dan seluruh penumpang akan turun di jalur ini.
Baca juga : Pulang Ke Tanah Air, Jemaah Pake Baju 7 Lapis
Setelah kereta kosong, proses langsir akan dilakukan untuk mengarahkan kereta ke Jalur 5 atau 6 untuk keberangkatan kembali ke arah Rangkasbitung dan Serpong.
Proses langsir ini akan diupayakan maksimal dalam waktu 8 menit untuk memastikan kelancaran jadwal perjalanan dan menghindari keterlambatan. Sementara penumpang yang turun di Jalur 3 akan diarahkan menggunakan eskalator menuju jembatan penyeberangan orang (JPO) baru sebagai koridor utama distribusi penumpang.
Penumpang yang datang dari Pasar Tanah Abang dapat menggunakan akses tangga manual yang telah disiapkan untuk menuju peron.
Untuk keberangkatan ke arah Rangkasbitung dan Merak, kereta tetap menggunakan Jalur 5 dan 6 sebagai jalur keberangkatan tetap.
Baca juga : Usut Pelanggaran IUP Di Raja Ampat, Bareskrim Tancap Gas Kejagung Masih Ngerem
Selain itu, Jalur 2 baru yang menghubungkan Duri mulai diaktifkan sebagai bagian dari transformasi untuk memberikan fleksibilitas dan peningkatan kapasitas lintasan.
Pengaktifan Jalur 2 ini juga akan mendukung efisiensi headway perjalanan KRL. Namun, kata Broer, bangunan lama stasiun masih akan tetap digunakan, khususnya bagi penumpang yang keluar menuju kawasan Pasar Tanah Abang.
"Penumpang yang akan menuju Pasar Tanah Abang masih dapat menggunakan bangunan stasiun lama, karena gate untuk masuk maupun keluar di sana masih terpasang," jelasnya.
Tidak hanya perubahan alur pergerakan penumpang, Stasiun Tanah Abang juga menghadirkan sejumlah fasilitas baru. Fasilitas baru itu yakni, penambahan gate baru, pembukaan area landscape, serta pengaktifan 11 eskalator dan 6 lift.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya