Dark/Light Mode

Produk China Banyak Beredar Di AS

Netizen Ngeluh Perang Dagang Berlarut-larut

Rabu, 7 Mei 2025 07:25 WIB
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: X/realDonaldTrump)
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: X/realDonaldTrump)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China masih mendapatkan sorotan netizen. Teranyar, mereka menyoroti banyaknya produk dari Negeri Tirai Bambu yang beredar di Negeri Paman Sam. Bahkan, produk-produk tersebut juga dijual di Trump Tower, New York, AS.

Sejumlah video dengan hashtag made in China alias dibuat di China, viral di media sosial X dan TikTok. Video tersebut memperlihatkan sejumlah souvenir Trump yang dibuat di China dan dijual di Trump Tower, seperti topi, pin, hingga lencana bertuliskan made in China.

Teranyar, video viral berisi sindiran sejumlah warga China kepada warga AS. Mereka ramai-ramai menunjukan, barang yang mereka gunakan diproduksi di China, mulai dari sepatu hingga tas.

Netizen China juga menantang warga AS menunjukkan dari manakah barang-barang yang mereka gunakan dibuat.

Baca juga : Bahlil: Yang Bermain-main, Pasti Berurusan Dengan Saya

Menyoal perang dagang yang berlarut ini, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, AS sedang berusaha melakukan pertemuan dengan banyak negara, termasuk China, untuk membahas kesepakatan perdagangan.

“Pada suatu titik, saya akan menurunkannya (tarif impor). Karena jika tidak, Anda tidak akan pernah bisa berbisnis dengan mereka,” ujar Trump dilansir NBC, dikutip Selasa (6/5/2025).

Trump mengklaim, Pemerintah China sangat ingin melanjutkan bisnis dengan AS, lantaran ekonomi mereka mulai kolaps. Karenanya, negosiasi yang mungkin terjadi bukan meluluhkan semua tarif impor.

“AS tidak ingin perdagangan dimanfaatkan untuk membiayai angatan perang. Saya tidak berharap China meraup ratusan miliar dolar dan membangun lebih banyak kapal, tank angkatan darat dan pesawat,” cetusnya.

Baca juga : Kejagung Sebut Ada Aliran Gratifikasi Dan Suap Ke Pejabat

Kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan AS juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia.

Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Aru Armando menyatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan melakukan relaksasi persaingan usaha untuk menjaga ketahanan industri ekspor di tengah perang tarif.

“KPPU dapat memberi relaksasi dari (sisi) penegakan hukum persaingan usaha bagi pelaku usaha yang memproduksi untuk kebutuhan ekspor,” ujarnya.

Menurut Aru, relaksasi ekspor bagi para eksportir dapat menjadi strategi para pelaku usaha untuk bertahan di tengah perang tarif.

Baca juga : Hotel Harus Kreatif Bikin Event & Atraksi Menarik

Selain relaksasi, pihaknya juga mendorong para pelaku usaha melakukan konsolidasi dengan sepengetahuan KPPU.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.