Dark/Light Mode

PHE Tegaskan Komitmen Jaga Produksi dan Eksplorasi Migas di HUT Ke-18

Selasa, 1 Juli 2025 09:30 WIB
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 di PHE Tower, Jakarta, pada Senin (30/6).  (Foto: PHE)
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 di PHE Tower, Jakarta, pada Senin (30/6). (Foto: PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 di PHE Tower, Jakarta, pada Senin (30/6).

Mengangkat tema Accelerate to Elevate, acara ini dilaksanakan secara luring dan daring serta diikuti jajaran manajemen, perwira, dan pimpinan anak perusahaan di seluruh wilayah operasi.

Wakil Komisaris Utama Pertamina Todotua Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PHE dalam menjaga kinerja sektor hulu.

Ia menekankan pentingnya peningkatan eksplorasi dan produksi agar Subholding Upstream dapat terus menjadi motor strategis pendapatan Pertamina.

“Masih banyak pekerjaan ke depan. Kita ingin Subholding Upstream semakin kuat dalam eksplorasi dan peningkatan produksi,” ujar Todotua.

Baca juga : Brigjen Pardosi dan Diplomasi Sagu Bakar di Hati Papua

Komisaris Utama PHEbRinaldi Firmansyah turut menyoroti pentingnya penambahan cadangan migas jangka panjang melalui peningkatan investasi eksplorasi.

“Urat nadi perusahaan hulu migas adalah menyiapkan cadangan baru. Selain produksi, kita harus fokus pada pencarian sumber daya baru,” katanya.

Direktur Utama PHE Chalid Said Salim mengapresiasi kerja keras seluruh perwira yang telah berkontribusi dalam pencapaian strategis perusahaan.

Ia menyebut, selama setahun terakhir, PHE berhasil menemukan sejumlah sumber daya migas baru dari hasil eksplorasi di berbagai wilayah Indonesia, yang turut mendorong peningkatan produksi nasional.

“Penemuan sumber daya besar dari Barat hingga Timur Indonesia menjadi tonggak penting bagi tambahan produksi nasional,” ungkap Chalid.

Baca juga : Tren Produksi dan Lifting Migas Beranjak Naik

Kinerja positif juga tercermin dari sisi keuangan. Chalid menyampaikan bahwa PHE membukukan laba bersih sekitar 3 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 48–50 triliun sepanjang tahun lalu.

“Ini menjadikan PHE sebagai kontributor utama pendapatan Pertamina,” katanya.

Untuk mendukung swasembada energi dan keberlanjutan bisnis, PHE telah menyusun program jangka panjang melalui strategi ganda, yaitu Maximizing Legacy Business dan Building Low Carbon Business.

Ditargetkan pada 2029, segmen bisnis rendah karbon akan menjadi portofolio baru perusahaan.

PHE juga berkomitmen terhadap pengelolaan operasi migas yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca juga : Harita Nickel Komitmen Jalankan Hilirisasi dan Dorong Ekonomi Daerah

Perusahaan terus memperkuat tata kelola, termasuk penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 dan prinsip Zero Tolerance on Bribery.

Melalui pengelolaan yang profesional dan berstandar global, PHE menegaskan visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan menjunjung tinggi tata kelola yang baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.