Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
John Anis Gaspol! Empat Jurus Pertamina NRE di Energi Bersih
Jumat, 4 Juli 2025 11:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis, ngebut menjalankan empat aksi strategis demi memperkuat posisi Indonesia di sektor energi baru dan terbarukan.
Empat jurus itu adalah investasi di Filipina, pembangunan pabrik solar panel dan baterai kendaraan listrik, serta pengoperasian pembangkit panas bumi.
Langkah pertama, Pertamina NRE resmi membeli 20 persen saham Citicore Renewable Energy Corporation (Citicore), raksasa energi surya asal Filipina, dengan nilai investasi sekitar 120 juta dollar AS.
Citicore merupakan perusahaan terbuka terbesar di sektor energi terbarukan di Filipina.
“Kami masuk saat harga sahamnya masih 3 peso. Setelah kerja sama diumumkan, sekarang naik jadi 4 peso. Ini menunjukkan kehadiran Pertamina NRE memberikan sentimen positif di pasar sana,” ujar John, dalam media briefing, Kamis (3/7).
Tak cuma bisnis, kolaborasi ini juga membuka jalan bagi ekspansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain ke Filipina.
Baca juga : DPR Dukung Antam Jadi Pemain Global di Industri Baterai
“Danantara, BUMN lain, bahkan sudah menjajaki bisnis lain di sana, seperti pertambangan emas,” tambahnya.
Keunggulan Citicore sebagai pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga jadi pertimbangan.
“Pemain lain butuh dua minggu, mereka cukup dua sampai tiga hari. Ini efisien banget buat kami,” beber John.
Namun, ekspansi ke luar negeri tak lepas dari risiko politik. “Kami tetap waspada. Filipina sedang mengalami dinamika antara presiden dan wakil presidennya. Tapi kami juga dapat masukan dari intelijen, dan itu hal biasa di sana,” kata dia.
Langkah kedua, Pertamina NRE menggandeng LONGi Green Technology Co. Ltd., produsen panel surya terbesar di dunia, untuk membangun pabrik modul surya di Karawang, Jawa Barat.
Dalam proyek ini, Pertamina NRE memegang 40 persen saham. “LONGi punya dana riset dan pengembangan (R&D) sampai 1,2 miliar dollar AS per tahun. Untungnya aja 2,3 miliar dollar AS. Bayangkan, setengah ke riset. Nggak ada yang bisa saingi mereka dari sisi teknologi,” tegas John.
Baca juga : Gaet LONGi, Pertamina NRE Bangun Pabrik Panel Surya
Pabrik ini akan memproduksi panel surya yang bakal diserap pasar domestik dan juga untuk ekspor.
“Kami berharap kebutuhan lokal bisa terserap dulu, baru kita masuk pasar global,” jelasnya.
Langkah ketiga, Pertamina NRE melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) ikut membangun pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang, bersama mitra internasional CBL International Development Pte. Ltd., anak usaha dari produsen baterai raksasa asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
Proyek ini bagian dari pengembangan industri baterai nasional.
Langkah keempat, anak usaha Pertamina NRE, yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), telah menyelesaikan proses Commercial Operation Date (COD) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai.
Ini menambah kapasitas produksi energi terbarukan dari panas bumi.
Baca juga : PLN EPI Gasifikasi Nias, Dorong Ekonomi Daerah dan Akses Energi Bersih
Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE Norman Ginting menambahkan bahwa perusahaan juga dilirik untuk masuk ke bisnis ekspor listrik ke Singapura.
“Sudah ada perusahaan lokal dan asing yang mengajak kami masuk. Kami sedang kaji kemungkinannya,” kata Norman.
Empat langkah jitu ini jadi bukti keseriusan Pertamina NRE mengawal transisi energi nasional.
John menegaskan, keuntungan memang belum akan langsung dirasakan tahun ini, karena masih dalam fase investasi.
“Tahun ini memang kami banyak keluar uang. Tapi kalau semua berjalan baik, tahun depan kami sudah mulai panen hasilnya,” katanya.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Grup dalam mendukung transisi energi nasional dan target emisi nol bersih (net zero emission) pada tahun 2060.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya