Dark/Light Mode

Tren Positif: Produk Tembakau Bebas Asap Turunkan Perokok Jepang Hingga 50 Persen

Jumat, 4 Juli 2025 18:05 WIB
Director of Scientific Engagement at Philip Morris International (PMI), Tomoko Iida saat berbicara dalam forum Technovation 2025 di Jakarta. (Foto: Fazry/RM)
Director of Scientific Engagement at Philip Morris International (PMI), Tomoko Iida saat berbicara dalam forum Technovation 2025 di Jakarta. (Foto: Fazry/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggunaan produk tembakau bebas asap di Jepang menunjukkan dampak positif. Dalam waktu kurang dari satu dekade, jumlah perokok di negara tersebut turun drastis.

Director of Scientific Engagement at Philip Morris International (PMI), Tomoko Iida, menyampaikan bahwa Jepang berhasil menurunkan jumlah perokok hingga setengahnya dalam waktu sembilan tahun.

Penurunan tersebut dikaitkan dengan peralihan konsumen dewasa dari rokok konvensional ke produk tembakau bebas asap.

“Sejak produk tembakau bebas asap diperkenalkan pada 2014, grafik konsumsi rokok konvensional menurun tajam. Para perokok dewasa mulai beralih ke alternatif tembakau bebas asap yang lebih baik,” ujar Tomoko saat berbicara dalam forum Technovation 2025 di Jakarta.

Menurutnya, data penjualan menunjukkan tren yang konsisten. Volume penjualan sigaret menurun, sementara produk tembakau bebas asap mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga : Kembangkan Produk Bebas Asap, Sampoerna Dan PMI Gaet UMKM-Industri Perhotelan

Penurunan konsumsi ini juga tercermin dalam survei tahunan yang dilakukan pemerintah Jepang.

“Pada awalnya, sekitar 19 persen penduduk Jepang merokok sigaret. Kini, angkanya turun menjadi di bawah 10 persen,” kata Tomoko.

Ia menambahkan, perjuangan untuk mendorong adopsi produk bebas asap tidak mudah. Di awal peluncuran, kesadaran publik masih rendah.

“Saat menggelar acara di Hotel Marriott Nagoya, hanya lima jurnalis yang hadir. Saat itu saya merasa malu, tapi itu adalah bagian dari proses yang harus dijalani,” ujarnya.

Tomoko menegaskan, produk tembakau bebas asap ditujukan bagi konsumen dewasa yang memilih untuk tetap menggunakan nikotin, bukan untuk anak-anak atau remaja.

Baca juga : Sampoerna Dorong Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi

“Survei juga menunjukkan bahwa anak-anak di bawah umur tidak menggunakan produk ini,” ucapnya.

Ia berharap, semakin banyak perokok dewasa yang beralih ke alternatif bebas asap sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko konsumsi produk tembakau konvensional.

Sekedar info, di Indonesia produk tembakau bebas asap tengah di jajakan dan di kembangkan terus oleh anak usaha PMI di Indonesia, yaitu Sampoerna.

Salah satu wujud konkret komitmen ini adalah investasi senilai 330 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,3 triliun untuk membangun pabrik atau fasilitas produksi di Karawang, Jawa Barat.

"Ini bukan sekadar pabrik, tapi juga laboratorium riset. Di seluruh dunia hanya ada sembilan pabrik sejenis, dan yang satu-satunya di Asia ada di Indonesia,” tegas Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi.

Baca juga : Sampoerna Pamer Inovasi Produk Tembakau Bebas Asap di Technovation 2025

Laboratorium di Pabrik tersebut didukung sekitar 200 tenaga ahli Indonesia dan berfungsi sebagai pusat analisis kualitas produk.

"Mereka adalah talenta-talenta terbaik milik bangsa Indonesia yang melakukan pengujian dan analisis kualitas produk bebas asap yang dipasarkan tidak hanya untuk market Indonesia, namun juga bagi afiliasi PMI lainnya di berbagai belahan penjuru dunia,” katanya.

Tujuannya adalah menyediakan alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa yang memilih tetap menggunakan nikotin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.