Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terapkan Enam Pilar ESG, Kilang Pertamina Gaspol Kurangi Emisi
Senin, 7 Juli 2025 17:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) makin serius menjalankan praktik berkelanjutan dalam pengelolaan kilang.
Upaya ini jadi bagian dari strategi jangka panjang demi menjamin pasokan energi nasional tetap aman, tapi tetap ramah lingkungan dan berpihak pada masyarakat.
Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menegaskan, prinsip keberlanjutan yang diterapkan KPI tak hanya sebatas urusan teknis kilang, tapi juga menyentuh perlindungan lingkungan hingga penguatan ekonomi lokal.
Semuanya dibungkus dalam prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
“Dalam konteks keberlanjutan, KPI mengimplementasikan prinsip-prinsip ESG sebagai fondasi dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Didik.
Baca juga : Kapolri Tanam Jagung Bercaping Gunung
Untuk itu, KPI menerapkan enam pilar keberlanjutan yang dirancang buat meminimalisir dampak sosial dan lingkungan tanpa menurunkan produktivitas kilang.
Pilar pertama, efisiensi energi. Menurut Didik, KPI terus berinovasi agar pemakaian energi makin irit.
Beberapa teknologi yang digunakan antara lain Electronic Burn Fraction Adjuster untuk pembangkit uap dan reengineering komponen kompresor hidrogen, agar mesin makin optimal.
“Inovasi ini membuat Energy Intensity Index (EII) KPI turun menjadi 105 persen pada 2024, membaik dari 107 persen tahun sebelumnya. Untuk memastikan hal tersebut, KPI juga menerapkan sistem manajemen ISO 50001 tentang Energy Management System,” ungkapnya.
Pilar kedua, reduksi emisi. Salah satu langkah konkretnya lewat pemanfaatan gas bumi di Kilang Dumai dan Balongan.
Baca juga : Operasikan 102 Kapal, PIS Perkuat Rantai Pasok Energi Nasional
Hasilnya, emisi berhasil ditekan hingga lebih dari 430 ribu ton CO₂e sepanjang 2024.
Digitalisasi proses jadi pilar ketiga. KPI memperluas penggunaan Advanced Process Control (APC) di semua unit kilang.
Tujuannya jelas, menghemat energi, mencegah deviasi operasi, dan meningkatkan pengawasan kinerja tiap unit.
Pilar keempat, efisiensi sumber daya. KPI mengatur ulang penggunaan energi, air, bahan baku, dan material lainnya supaya makin hemat dan minim limbah.
“Tujuannya tak lain adalah meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” kata Didik.
Baca juga : John Anis Gaspol! Empat Jurus Pertamina NRE di Energi Bersih
Pilar kelima, pengembangan produk rendah karbon. KPI mulai kembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan Renewable Diesel (RD).
Bahan bakunya pun dari minyak jelantah, mendukung ekonomi sirkular dan target Net Zero Emission 2060.
Pilar terakhir, soal keamanan dan pencegahan kerugian. Lewat pilar ini, KPI menerapkan sistem perlindungan ketat buat mencegah kecelakaan besar di kilang.
Keamanan pekerja, aset, dan lingkungan jadi prioritas.
“Enam pilar tersebut kami terapkan untuk meningkatkan kinerja kilang, guna menghasilkan produk berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berkomitmen mencapai target itu tanpa mengesampingkan aspek penting lainnya, termasuk prinsip-prinsip ESG,” tutup Didik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya