Dark/Light Mode

Pangkas Biaya Logistik & Pastikan Harga Terjangkau

Koperasi Desa Jadi Ujung Tombak Distribusi Beras

Selasa, 15 Juli 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator ­(Menko) Bidang Pangan ­Zulkifli Hasan (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.ID
Menteri Koordinator ­(Menko) Bidang Pangan ­Zulkifli Hasan (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai simpul strategis distribusi pangan nasional. Model ini diharapkan mampu memperpendek rantai pasok, memangkas biaya logistik dan memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat desa.

Menteri Koordinator ­(Menko) Bidang Pangan ­Zulkifli Hasan mengatakan, Kopdes Merah Putih sebagai inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan dengan serius.

“Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih ini tidak boleh gagal. Insya Allah akhir minggu ini sudah 80 ribu. Sudah ada 103 mock-up dan Pak Presiden tanggal 21 Juli akan melakukan launching di sini,” ujar Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan saat kunjungan kerja ke Kopdes Merah Putih di Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (13/7/2025).

Baca juga : Kabar Baik dari Washington, Tarif 32 Persen untuk Indonesia Ditunda

Zulhas menjelaskan, setiap mock-up Kopdes akan di­lengkapi enam gerai utama. Yakni gerai sembako, apotek, klinik, simpan pinjam, gudang dan kendaraan logistik.

Peluncuran sistem akan dilakukan langsung oleh Presiden sebagai bentuk komitmen negara terhadap distribusi pangan yang adil dan merata.

Kepala Badan Pangan Nasio­nal (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menambahkan, Kopdes Merah Putih akan menjadi jalur penting penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersama Perum Bulog.

Baca juga : Pamor Prabowo Makin Moncer

“SPHP beras itu salah satu outlet-nya adalah Kopdes Merah Putih. Jadi kalau Kopdes sudah ada, kita tidak kesulitan menya­lurkan. Dan harganya tentu murah dan stabil, sesuai harga yang telah diatur Pemerintah melalui Peraturan Badan Pangan Nasional,” ujar Arief.

Harga beras SPHP diatur ­lewat Perbadan Nomor 5 Tahun 2024: Rp 12.500/kilogram (kg) ­untuk Zona I (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi), Rp 13.100/kg untuk Zona II (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan) dan Rp 13.500/kg untuk Zona III (Maluku dan Papua).

Target distribusi SPHP dari Juli hingga Desember 2025 mencapai 1,3 juta ton. Rinciannya: 857 ribu ton untuk Zona I, 329 ribu ton untuk Zona II dan 131 ribu ton untuk Zona III.

Baca juga : Pulang ke Solo Setelah Liburan dari Bali, Jokowi Lebih Bugar

“Kopdes Merah Putih ini akan menjadi outlet dari Badan Pangan Nasional, Bulog dan ID FOOD. Nantinya akan menampilkan produk pangan lokal yang dipasarkan secara lokal. Inilah yang disebut memotong rantai pasok,” tambah Arief.

Dia menegaskan, model ini bukan hanya solusi logistik, tapi juga menjadi landasan sistem pangan nasional yang adil, inklusif dan berpihak pada petani serta konsumen.

“Pemerintah menempatkan koperasi sebagai simpul distribusi yang mendekatkan pangan rakyat pada sumbernya sendiri,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.