Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Hulu Energi ONWJ Lanjutkan Peremajaan Jalur Pipa Penyalur Bawah Laut
Senin, 21 Juli 2025 12:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) terus tingkatkan integritas fasilitas pipa penyalur bawah.
PHE ONWJ akan melanjutkan pekerjaan peningkatan fasilitas pipa bawah laut sepanjang kurang lebih 22,52 kilometer (km), yang menjadi urat nadi distribusi migas dari lepas pantai menuju fasilitas pengolahan utama melalui aktivitas Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).
Sebagai langkah awal, PHE ONWJ menggelar Kick-OffMeeting EPCI Contract for Pipeline Project 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) akhir Juni lalu, yang dihadiri jajaran manajemen PHE ONWJ dan perwakilan pelaksana kontraktor, PT Hafar Daya Konstruksi.
Baca juga : Perpusnas Gelar Rangkaian Kegiatan Peringatan 2 Abad Perang Jawa
“Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ dalam mengoperasikan fasilitas operasi hulu migasyang tua dan penuh risiko, dengan lebih aman, selamat dan andal,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2025).
Jalur pipa alir eksisting FK-FU-FC, yang berukurandiameter 12 inci, mengalirkan hasil produksi migas dengan total produksi 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MDCFD. Untuk memastikankeandalan, keamanan dan keselamatan produksi, jaringan pipa ini akan diganti dengan pipa baru berdiameter 8 inci sepanjang sekitar 4,07 km yang dipasang di kedalaman 33 hingga 35 meter.
Sementara itu, jalur pipa UWJ-B1C, yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasi sejak 1986, juga termasuk dalam rencana penggantian.
Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Serahkan 2 Ribu Bibit Mangrove Di Desa Tambaksari
Menghubungkan delapan platform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA), pipa sepanjang sekitar 16,97 km ini mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF.
Volume aliran migas yang melaluipipa ini serta usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C ini sebagai prioritas utama dalam pipeline Renew and Replacement Project (PRRP). Faktor usia dan tekanan operasi menjadikanperemajaan jalur pipa EF-EPRO sebagai prioritas.
Berdiameter 6 inci dan panjang sekitar 1,48 km, jalur ini sudahberoperasi selama 40 tahun, dan mengalirkan hasilproduksi 7.600 BFPD dan 800 BOPD.
Baca juga : Pertamina Salurkan 1.000 Seragam Dan Peralatan Sekolah Untuk Para Anak Ojek
Ketiga jalur pipa vital ini berada di area strategisLapangan FOXTROT, UNIFORM, BRAVO, dan ECHO. Penggantian ketiga jalur pipa ini ditargetkan rampungpada kuartal pertama 2026.
“Langkah ini membuktikan komitmen PHE ONWJ dalammenjaga keberlanjutan pasokan energi domestik, sekaligus mencegah potensi kerugian operasional dan lingkungan di masa depan,” pungkas Muzwir.
Sebelumnya PHE ONWJ telah berhasil melakukanperemajaan dan penggantian tiga jalur pipa sepanjang22,06 km yang menghubungkan anjungan UYA dengan UA serta UA dengan UWJ, dan ESA dengan EPRO pada kuartal I-2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya