Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Hulu Energi ONWJ Serahkan 2 Ribu Bibit Mangrove Di Desa Tambaksari
Rabu, 16 Juli 2025 20:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, menyerahkan 2 ribu bibit mangrove kepada masyarakat Tambaksari.
Sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025, total 10.930 bibit telah ditanam oleh PHE ONWJ di pesisir Karawang, sebagian besar adalah mangrove.
Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R Ery Ridwan mengungkapkan, komitmen ini dipertegas PHE ONWJ dengan berpartisipasi dalam kegiatan Bulan Cinta Lingkungan yang digagas Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat.
“Kali ini, 3 ribu bibit mangrove diserahkan untuk menghijaukan kembali kawasan pesisir yang mengalami abrasi di Indramayu,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (16/7/2025).
Pihaknya percaya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dorong Koperasi Binaan Tumbuh Mandiri
“PHE ONWJ hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Ery.
Ery menuturkan, Desa Tambaksari bukan sekadar lokasi program. adalah simbol dari tantangan lingkungan pesisir. Dari luas area mangrove sebesar 3.414,93 hektare (ha) di desa ini, sekitar 92 persen mengalami kerusakan parah.
“Bukan sekadar angka, ini menjadi bukti kesungguhan jangka panjang, dari komitmen untuk menyeimbangkan kegiatan industri migas dengan pelestarian alam,” ujar Ery.
Dia menekankan, sinergi antara konservasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat menjadi inti dari pendekatan keberlanjutan perusahaan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai bagian dari solusi lingkungan,” katanya.
Baca juga : Pertamina Hadirkan Energi Bersih Dan Ekonomi Hijau Di Desa Besakih Bali
Kini, di Tambaksari dan pesisir Indramayu, ribuan akar muda menjalar ke dalam lumpur, mencari pijakan.
Mereka tumbuh diam-diam, menghadapi gelombang, angin, dan waktu, sebagaimana masyarakat pesisir yang juga tengah berjuang, tumbuh bersama harapan baru.
Sementara itu, gelombang laut mengikis daratan, keanekaragaman hayati menipis, dan mata pencaharian warga terganggu.
Dalam kondisi ini, PHE ONWJ mengambil peran lebih dari sekadar donatur bibit.
Untuk itu, perusahaan membentuk Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan tokoh masyarakat, nelayan, dan pemerintah desa.
Baca juga : Pertamina Luncurkan PGTC 2025, Jaring Ribuan Inovasi Keberlanjutan Mahasiswa
Melalui kelompok ini, upaya konservasi menjadi aksi nyata yang dikelola dan dijaga oleh masyarakat sendiri.
“Penanaman ini bukan hanya soal pohon, tapi soal kehidupan,” kata seorang anggota KKPMP.
“Mangrove menjaga tanah kami dari abrasi, tempat ikan berkembang biak, dan menjadi sumber penghidupan baru jika dikelola dengan bijak,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya