Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Negara-negara Asia Timur dan Pasifik makin kompak hadapi tekanan ekonomi global. Dalam Pertemuan Gubernur ke-30 Executives' Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) di Bangkok, 20–22 Juli 2025, para gubernur bank sentral sepakat pentingnya respons kebijakan yang proaktif dan terukur demi memperkuat ketahanan kawasan.
Tiga agenda utama dibahas dalam forum itu: integrasi perdagangan, penguatan jaring pengaman keuangan regional, serta perluasan konektivitas sistem pembayaran dan transaksi lintas mata uang lokal.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung yang hadir dalam pertemuan itu menegaskan, EMEAP punya peran strategis dalam memperkuat daya tahan kawasan terhadap guncangan eksternal, terutama yang disebabkan ketegangan geopolitik, dinamika inflasi global, percepatan digitalisasi, serta ancaman krisis iklim.
Baca juga : Pertamina Hadirkan Energi Bersih Dan Ekonomi Hijau Di Desa Besakih Bali
"Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan, dengan posisi eksternal yang terjaga dan fondasi makroekonomi yang kuat. Hal tersebut berkat kombinasi bauran kebijakan yang responsif serta komitmen menjaga stabilitas sektor eksternal,” ujar Juda dalam keterangan resmi Bank Indonesia, Selasa (22/7).
Menurut Juda, para gubernur bank sentral juga sepakat mengoptimalkan mekanisme kerja EMEAP untuk memperkuat stabilitas kawasan.
Sinergi lintas sektor diperkuat, khususnya di bidang pengawasan perbankan, resolusi keuangan, pengembangan pasar, hingga digitalisasi sistem pembayaran.
Baca juga : Menteri Ekraf Ajak Kepala Daerah Bentuk Dinas Ekonomi Kreatif
Menghadapi tekanan inflasi yang sebagian besar berasal dari sisi penawaran global, EMEAP menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten demi menjaga kredibilitas otoritas moneter dan ekspektasi publik.
Forum juga mendorong perluasan penggunaan mata uang lokal dan infrastruktur pembayaran lintas batas untuk menciptakan arsitektur keuangan kawasan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap inovasi digital.
"EMEAP akan terus mendukung berbagai inisiatif penguatan sistem keuangan kawasan agar lebih tangguh menghadapi dinamika global," tutup Juda.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya