Dark/Light Mode

Prabowo: Dunia Islam Harus Bersatu Hadapi Tantangan Global

Rabu, 14 Mei 2025 22:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya mempertahankan persatuan dan solidaritas antar negara-negara Islam guna menghadapi sekaligus menjawab berbagai tantangan global. Seruan itu disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

"Perkumpulan parlemen negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun," ujar Prabowo.

Baca juga : MotoGP, Marquez Bersaudara Waspadai Bagnaia

Kepala Negara menuturkan, parlemen ini menjadi jembatan diplomasi yang memperkuat solidaritas, menyuarakan keadilan dan menghadirkan solusi-solusi bagi masalah-masalah yang pelik dalam kehidupan global. 

"Dalam hal ini dan dalam dunia yang kini tengah dilanda polarisasi, konflik, persaingan antara negara-negara besar, keberadaan organisasi ini semakin penting, semakin relevan dan semakin mendesak,” ujarnya.

Baca juga : Penghapusan Truk ODOL Nggak Bisa Instan, Harus Bertahap Dan Perlu Insentif

Prabowo pun mengajak seluruh elemen untuk menyatukan langkah dengan menghidupkan kembali semangat Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Dia mengingatkan, persatuan merupakan kunci jika ingin membantu Palestina.

"Kalau kita lemah, tidak mungkin kita bisa bantu Palestina, bahkan suara kita pun tidak akan didengar. Suara kita didengar kalau kita bersatu dan kita kuat," imbuhnya.

Baca juga : Menko Pratikno: ASN Muda Harus Jadi Teladan Dan Motor Inovasi

Prabowo menyambut baik tema utama PUIC tahun ini yaitu Good Governance and Strong Institutions. Dia menyebut, tanpa kepemimpinan yang jujur dan tata kelola yang baik, negara tidak akan memiliki daya tahan apalagi daya saing.

“Islam pernah memimpin dunia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus kembali ke arah itu jika ingin mengangkat kesejahteraan umat. Tidak mungkin kita kuat kalau rakyat kita miskin,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.