Dark/Light Mode

Lebih Dekat Dengan CEOR PHR

Dengan Inovasi, Minyak Bumi Tak Henti Mengalir

Sabtu, 26 Juli 2025 08:03 WIB
”Ngobrol Bareng Media, Lebih Dekat Dengan CEOR PHR”, digelar oleh Pertamina Hulu Rokan di Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025). [Foto: Rusma/RM.id]
”Ngobrol Bareng Media, Lebih Dekat Dengan CEOR PHR”, digelar oleh Pertamina Hulu Rokan di Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025). [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Senior Petroleum Engineer Chemical PHR, Agus Masduki, mengenang cerita masa lalunya, saat mendaftar kuliah di Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB), puluhan tahun silam.

Satu ketika, ujarnya, petugas bagian pendaftaran di sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia itu mengingatkannya. “Dek, cadangan minyak sebentar lagi akan habis!” kata Agus, sambil menyampaikan presentasinya, di acara "Ngobrol Bareng Media, Lebih Dekat Dengan CEOR PHR", Kamis (24/7/2025), di Jakarta Selatan.

Di acara yang digelar oleh Pertamina Hulu Rokan ini, Agus mengakui, sejak 1975, sebenarnya sudah diprediksi, cadangan minyak bumi akan segera habis. Bahkan ada yang bilang, akunya, saat itu tinggal sekitar 30 tahun-an lagi minyak bumi akan habis.

Tapi faktanya, lanjut Agus, sampai saat ini cadangan minyak belum juga kunjung habis. Hal ini menurutnya, karena terus dilakukannya inovasi di bidang teknologi eksplorasi minyak, termasuk yang saat ini juga dilakukan secara berkelanjutan oleh Pertamina, di antaranya, dengan menerapkan berbagai inovasi teknologi terkini.

Salah satunya, dengan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR), proyek yang juga dilaksanakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), untuk meningkatkan produksi minyak di Wilayah Kerja Rokan, di Provinsi Riau.

Senior Petroleum Engineer Chemical PHR, Agus Masduki. [Foto: Muhammad Rusmadi/RM.id]

Selain itu, juga ada metode Chemical EOR (CEOR), yaitu dengan melakukan injeksi bahan kimia tertentu ke dalam reservoir, atau formasi geologi bawah tanah yang mengandung akumulasi minyak bumi, gas bumi, atau keduanya.

Baca juga : PIS Raih Penghargaan Untuk Upaya dan Inovasi Pelayaran Hijau

Tujuannya, juga demi meningkatkan mobilitas minyak dan memudahkannya mengalir ke sumur produksi. Metode-metode ini, semuanya untuk mengoptimalkan pengurasan minyak dari sumur-sumur tua di Blok Rokan, yang merupakan blok migas darat terbesar di Indonesia.

Secara sederhana, jelas Agus, EOR adalah rangkaian teknologi dan metode yang digunakan untuk meningkatkan produksi minyak dari reservoir, setelah metode pemulihan primer dan sekunder tidak lagi efektif.

“Bahkan sumur-sumur tua yang tadinya sudah akan segera ditutup, ternyata cadangan minyaknya malah masih bisa kembali diangkat, dengan inovasi teknologi terbaru,” terang pria asli Tuban, Jawa Timur ini.

Sehingga, yang awalnya cadangan minyak di Indonesia diprediksi tinggal tersisa 10 atau 12, atau hingga 15 tahun, ternyata proses pengambilan minyaknya masih terus bisa berlanjut. “Bila teknologi EOR ini sukses diterapkan, jangka waktu cadangan minyaknya bahkan bisa melebihi hingga 30 sampai 40 tahun lagi,” papar Agus.

Hal yang sama disampaikan Corporate Secretary PHR Regional 1 Sumatera, Eviyanti Rofraida. Secara sustainability-nya, bahkan hingga 30 tahun lebih diharapkan akan terus bisa dilakukan eksplorasi. Dengan catatan, profitnya visible dari sisi kalkulasi ekonomis perusahaan.

Ketika dahulu ada pernyataan, bahwa cadangan minyak bumi akan segera habis dalam waktu sekian, hal itu, kata Evi, dinyatakan ketika memang belum ada penemuan-penemuan teknologi baru, atau cara-cara baru dalam produksi.

Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Perluasan Akses Perguruan Tinggi Bagi Penyandang Disabilitas

Dia mengilustrasikan, secara logika, misalnya sekitar 5 atau 7 tahun lalu jarak tempuh mobil Jakarta-Bandung sekitar 4 jam, atau kalau macet bisa sampai 6 jam. Tapi dengan adanya jalan tol, waktunya menjadi lebih pendek.

Menyangkut teknologi yang diterapkan Pertamina Hulu Energi (PHE), dalam hal ini Pertamina Hulu Rokan (PHR), tahapannya juga diawali eksplorasi, yang bahkan juga sudah melalui cara-cara baru dalam menentukan suatu lokasi bisa dibuktikan memiliki cadangan migas, yang secara komersial atau ekonomis cadangan migasnya bisa diangkat.

Lebih jauh, Evi menjelaskan, dari sisi produksi, ada tiga stage. Biasanya pada stage primary, minyak mudah mengalir tanpa harus ada intervensi apapun. “Begitu dibuka sumurnya, dibor, langsung mengalir dengan sendirinya,” ujar Evi. 

Corporate Secretary PHR Regional 1 Sumatera, Eviyanti Rofraida (berdiri). [Foto: Muhammad Rusmadi/RM.id]

Pada jenis teknologi kedua, stage secondary, dilakukan injeksi air. Lalu ketika semakin tua kondisi sumur, kondisinya semakin menantang, sehingga masuk ke fase ketiga, yang memerlukan injeksi selain air, seperti steem flood atau injeksi uap, sebagaimana juga diterapkan di PHR.

Ini adalah salah satu metode Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak, terutama minyak berat (heavy oil). Dalam metode ini, uap air panas disuntikkan ke dalam reservoir minyak melalui sumur injeksi. Tujuannya, memanaskan minyak dan mengurangi viskositas (kekentalan atau ketebalan)-nya, sehingga minyak lebih mudah mengalir ke sumur produksi.

Metode steam flood ini berhasil diterapkan di berbagai lapangan minyak, termasuk Lapangan Duri, Riau, yang merupakan salah satu contoh penerapan steam flood terbesar di dunia.

Baca juga : Selangkah Lagi, Garuda Tampil di Piala Dunia

Di masa depan, Evi meyakinkan, tidak mustahil masih akan ada lagi teknologi-teknologi lain, yang bisa memperpanjang umur dari reservoir.

Dulu, masih menurut Evi, sumur minyak itu tidak bisa dikuras. Begitu dinilai sudah habis, ditutup begitu saja. Namun sekarang, sudah ditemukan teknologi baru, sehingga sumur itu kembali bisa ditingkatkan produksi minyaknya.

“Pertamina, selain terus melakukan eksplorasi, juga tetap berupaya mengembangkan inovasi teknologi, untuk terus meningkatkan produksi minyak,” tutupnya. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.